Pagi itu, sinar matahari yang masuk ke kamar VVIP nomor 3 terasa jauh lebih bersinar dari hari-hari sebelumnya. Intan sudah sepenuhnya sadar, meski tubuhnya masih terasa sangat lemas dan suaranya masih tipis seperti helai benang. Ia bersandar pada tumpukan bantal tinggi, menatap langit-langit ruangan dengan pikiran yang masih sedikit berkabut. Di sampingnya, Elvin Fisher sedang berdiri tegak, melakukan pemeriksaan rutin pada selang infus. Wajahnya sedatar biasanya, tidak ada senyum, tidak ada kata-kata manis. Ia kembali menjadi Dokter Elvin yang kaku, seolah momen ia mencium punggung tangan Intan semalam hanyalah halusinasi akibat obat bius. "Minum," perintah Elvin singkat sambil menyodorkan gelas plastik kecil dengan sedotan. Intan menerimanya dengan tangan gemetar. Ia menyeruput sedikit air itu, lalu matanya melirik ke arah meja nakas yang... penuh. Benar-benar penuh dengan kotak susu cokelat. "Dokter... itu semua dari Dokter?" tanya Intan pelan, matanya berkedip polos.
Last Updated : 2026-02-13 Read more