Suasana di ruang utama Mansion Vanderwick terasa semakin mencekam. Lala masih bersimpuh di lantai marmer, bahunya berguncang hebat karena tangisan yang tak kunjung reda. Sementara itu, Alistair berdiri tepat di depannya, menatap gadis itu dengan campuran antara amarah, frustrasi, dan rasa takut yang luar biasa akan kehilangan. Para pelayan sudah menjauh atas isyarat Leon, namun Leon sendiri tetap berdiri di sudut ruangan, menjadi saksi bisu atas hancurnya dinding pertahanan tuannya. "Lepaskan Lala, Bub... hiks... Lala mau pergi," isak Lala lagi, suaranya terdengar sangat lelah. Alistair menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang terdengar sangat berat seolah ia sedang memikul beban seluruh dunia di pundaknya. Ia berlutut kembali di depan Lala, mencengkeram kedua bahu gadis itu agar ia berhenti menunduk. "Tatap aku, Mikaila! Tatap mataku!" bentak Alistair. Suaranya tidak keras, namun penuh penekanan yang membuat Lala tersentak dan terpaksa mendongak dengan mata yang sangat
Last Updated : 2026-02-16 Read more