Beberapa jam kemudian, masih di rumah sakit. Saat ini ada empat pria yang duduk bersama di sofa, di ruang rawat inap Vanila. "Jadi pelakunya cowok sama cewek?" tanya Marco yang duduk di sofa bersama Sandi dan Firman. Ketiganya baru kembali beberapa saat yang lalu dari kantin. "Iya, Bang," jawab Bagas sembari meregangkan otot-otot tangannya yang lumayan terasa kaku karena terlalu lama memangku kepala Vanila. Sandi ikut bertanya, "Terus dia bilang apa lagi? Dugaan dokter bener, gak? Soalnya hasil visum baru keluar besok." Bagas menggeleng. "Enggak, Bang. Mereka gak ngelecehin Vanila," jawabnya, menatap Vanila yang sudah terlelap dengan damai di bed. "mereka cuma mukulin sama ngancem," lanjut Bagas, yang kemudian memijat pelipis yang berdenyut lantaran masih belum bisa menebak siapa pelakunya. "Apa mungkin si Maudy?" tebak Sandi. "Bisa jadi, sih," timpal Marco. "Gue juga gak tau, Bang. Gue buntu." Bagas menggeleng, meraup wajahnya berulang-ulang, dan menyugar rambutnya
Última atualização : 2026-04-21 Ler mais