Share

20

Penulis: El Alfun27
last update Tanggal publikasi: 2026-03-17 23:25:22

Vano tersungkur tak dapat menggindypukulan Delvan yang tiba-tiba itu. Pukulan keras itu tepat di wajah Vano sampai ujung bibir Vano mengeluarkan sedikit darah. Azri dan Dylan lantas saja panik.

Delvan menunjuk wajah Vano tepat di depannya, Delvan sedikit menunduk menyamakan posisinya sendiri. "Lo bilang gue penyebab masalah semakin rumit? Lo yang selalu ikut-ikutan, dan selalu sok bijak. Gak usah sok ngatur-ngatur hidup gue. Gue tau cara nyelesain nya sendiri."

Padahal Vano hanya berbicara tent
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   24

    "Lo mau makan apa?" Tanya Delvan sambil membuka menu makanan. Tempat makan yang bernuansa Jepang itu begitu menggugah selera. Terdapat berbagai jenis makanan sussi dan juga hidangan salmon yang disajikan dengan beberapa sayuran khas. Dan juga beberapa ramen, dari yang jenis berkuah dan tambahan bumbu lain.Saat ini kondisi agak ramai karena memang bertepatan dengan jam makan siang."Mau ramen, gue mau yang Shoyu dan juga sussi dengan ikan Salmond. Minumnya jus strawberry." Jawab Tasya sambil melihat sekeliling Mall. Begitu jakjub, jujur saja ini kali kedua dia ke Mall ini. Sejak kepindahan nya."Ouh, oke." Sahut Delvan bersemangat.Merasa senang karena Tasya begitu cekatan, tak seperti wanita pada umumnya yang ditanya makan malah jawabnya terserah. Delvan pun memesan makanan yang sama dengan Tasya, bahkan minumnya juga mengikuti rasa punya sang pacar. Dasar Delvan! Sudah jadi bucin akut.Beberapa menit menunggu, seorang laki-laki mendekati Delvan. Laki-laki itu berpenampilan sangat

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   23

    Satu sekolah sedang digencarkan dengan terlihatnya Gisel yang dipanggil bersama kedua orang tuanya ke sekolah. Bagaimana bisa seorang Gisel yang sangat terkenal itu.Kecantikannya yang tak terkalahkan, dan juga salah satu kalangan dari orang kaya di sekolah SMA Taruna Bhakti. Namun hari ini harus dipanggil langsung oleh pihak sekolah."Kok bisa ya? Orang Gisel kemarin kek nya baik-baik aja deh.""Buat ulah kali, kan dia suka bully cewek yang deketin Delvan.""Loh, Delvan si badboy? Kan udah punya cewek tuh.""Iya, Tasya. Cewek baru itu.""Wah, pantes aja sih kalau Gisel berulah. Dia kan obses sama si Delvan. Gara-gara kalah saing paling.""Kasihan."Sederet kalimat itu di ucapkan oleh kaum hawa di SMA Taruna Bhakti. Yang biasanya selalu memuja Gisel, namun hari ini mereka dengan terang-terangan men cap Gisel dengan julukan gak sebaik dulu.Gisel dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang BK, mereka sedang di interogasi oleh Bu Nada. Tak lupa juga menghadirkan Tasya dan juga Clara.S

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   22

    Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   21

    Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   20

    Vano tersungkur tak dapat menggindypukulan Delvan yang tiba-tiba itu. Pukulan keras itu tepat di wajah Vano sampai ujung bibir Vano mengeluarkan sedikit darah. Azri dan Dylan lantas saja panik.Delvan menunjuk wajah Vano tepat di depannya, Delvan sedikit menunduk menyamakan posisinya sendiri. "Lo bilang gue penyebab masalah semakin rumit? Lo yang selalu ikut-ikutan, dan selalu sok bijak. Gak usah sok ngatur-ngatur hidup gue. Gue tau cara nyelesain nya sendiri."Padahal Vano hanya berbicara tentang kenyataan yang ada, namun Delvan yang emosinya belum stabil sedari tadi menahan karena ucapan Clara. Lantas saja melampiaskan kepada Vano.Vano berusaha berdiri dibantu Azri, sedangkan Dylan menahan Delvan yang seperti orang ngereog tak jelas. "Kek gini ini yang buat Lo berantakan, gak bisa nahan emosi. Gue cuma ngomomg apa adanya, Van."Delvan tetap tak peduli, saat ingin memukul kembali, Vano menahan nya. Dan langsung memelintir kedua lengan Delvan. "Gue juga gak bisa diem, Lo pakai kekera

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   19

    Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status