“Abang, ini punya siapa?”Mataya menenteng sebuah lingerie berwarna hitam yang tadi ditemukannya di dalam lemari sang suami.Dante yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masuk ke walk-in closet langsung terkejut. Untung saja handuk yang melilit pinggangnya masih terpasang erat dan tidak sampai melorot.“Itu?” Dante menunjuk benda di tangan Mataya.“Iya. Punya siapa?”“Punya Abang, Sayang.”Mataya mengernyit bingung. “Lah, buat apa Abang punya lingerie?”“Hadiah doorprize.” Mataya terdiam beberapa detik, menatap lingerie itu, lalu menatap suaminya dengan ekspresi tidak percaya.“Doorprize apaan sampai hadiahnya begini?”“Kamu masih ingat waktu Abang ngisi seminar di Jogja? Sebelum pulang ke hotel, Abang mampir makan tuh, sekalian cari oleh-oleh buat kamu dan Mami. Di restorannya ada undian, dan Abang kebetulan dapat. Eh, sampai hotel Abang buka, isinya lingerie,” terang Dante.Mataya masih menatap benda di tangannya dengan tatapan tidak percaya. Namun, dia tahu suaminya tidak pern
Last Updated : 2026-09-01 Read more