Kini ia dan Evans sama-sama sudah melepaskan kemeja dan jaket yang mereka kenakan. Baik Darren mau pun Evans, keduanya hanya mengenakan boxer selutut dan sarung tinju. Bagian atas tubuh mereka dibiarkan polos hingga membuat perut sixpack mereka terlihat jelas. "Jangan besar kepala dulu! Bisa saja ucapanmu itu berbalik pada dirimu sendiri," balas Evans. Ketika seorang bodyguard Darren memberi isyarat bahwa aksi pukul-memukul itu sudah dimulai, Darren jadi yang lebih dulu mendaratkan tinjuannya di pipi kanan Evans. Tangan kanan Darren yang tiga hari lalu terluka akibat meninju jendela kaca memang masih agak perih, namun Darren mengabaikan rasa sakitnya, saat ini ia lebih ingin melampiaskan dendamnya pada Evans. "Hanya segitu saja kemampuanmu, Evander Lukas? Ck! Kupikir kau benar-benar seorang boss mafia yang hebat. Tapi ternyata kau begitu pengecut!" ejek Darren menyeringai puas me
Read more