Meski begitu, Ranira tetap mempertahankan wajah ketusnya karena ia masih belum terima dengan Evans yang selalu menyentuhnya tanpa memakai pengaman namun tak menginginkan bayi darinya. "Mengapa kau hanya diam saja? Tunggu apa lagi, Evans? Ayo lakukan! Tubuhku ini hanya milikmu. Aku ini bonekamu, budak napsumu yang harus selalu siap setiap waktu. Sekarang aku sudah berdiri pasrah di depanmu. Ayo cepat lakukan!" "Oh, atau kau ingin melihat tubuhku benar-benar polos? Baiklah. Aku akan melepaskan seluruh pakaianku untukmu," kata Ranira sambil tangannya bergerak ke belakang, mencoba membuka pengait branya yang ada di punggung. Namun, sebelum branya benar-benar terlepas, tangan Evans lebih dulu menahannya. "Jangan dibuka! Biarkan saja," kata Evans. Kening Ranira berkerut bingung. Dan Ranira semakin dibuat bingung lagi ketika tangan Evans mengambil dress miliknya yan
Read more