"Benar. Wah, ternyata kau masih mengingatku ya." Thomas tersenyum lebar. Lalu ia melihat kea rah Ranira dan berjabat tangan untuk berkenalan. "Thomas, aku minta maaf, aku harus mengantar istriku ke toilet," ujar Evans. "Kenapa harus diantar segala? Toiletnya tak jauh, kan? Istrimu tidak akan tersesat. Kau di sini saja. Kita baru saja bertemu. Masih ada beberapa hal penting yang perlu kubicarakan padamu." Thomas terus nyerocos dengan wajah santainya. Hal itu membuat Evans berdecak sebal. Karena tak tahan Evans pun menggenggam tangan kanan Ranira dan hendak pergi meninggalkan Thomas begitu saja. Namun Ranira menggeleng dan berkata. "Temani temanmu. Aku bisa pergi sendiri ke toilet. Tunjukan saja di mana arah toiletnya!" "Ranira, aku yang akan mengantarmu." "Tunjukan saja, Evans! Temanmu itu sepertinya masih ingin bernostalgia denganmu." Sej
Read more