Pagi itu, suasana di lobby Gedung Arkana Group berubah total. Tidak ada lagi bisik-bisik meremehkan atau tatapan sinis yang biasanya tertuju ke arah Aruna. Begitu mobil hitam Keenan berhenti di depan pintu lobi, barisan sekuriti langsung berdiri tegak dan membungkuk hormat. Keenan keluar lebih dulu, mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang sangat pas. Ia memutari mobil dan membukakan pintu untuk Aruna. Saat Aruna turun, Keenan langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya, menariknya begitu dekat hingga pinggul mereka beradu di setiap langkah. "Ingat, Sayang. Mulai detik ini, kamu bisa memberikan peraturan tambahan dan punya wewenang penuh di gedung Arkana. ," bisik Keenan tepat di telinga Aruna, hembusan nafasnya membuat Aruna sedikit merinding di tengah keramaian lobi. "Jangan berlebihan, Keenan. Aku hanya ingin bekerja dengan tenang," balas Aruna pelan, meski ia merasa sangat terlindungi. Mereka berjalan menuju lift pribadi CEO. Di depan lift, sudah terpasan
Read more