Aruna berdiri di depan cermin besar di toilet, merapikan jas laboratorium putihnya dengan jantung berdebar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran jantungnya. Pagi itu, aura di lantai eksekutif Gedung Arkana Group terasa sangat berbeda, ketegangan begitu terasa di ruang rapat utama. Hari ini bukan sekadar rapat rutin, tapi awal kerjasama yang akan dilakukan Arkana Grub dengan Global Medika yang akan menentukan masa depan perusahaan, sekaligus panggung pembuktian bagi Aruna. "Kamu pasti bisa, Aruna. Lakukan ini untuk Keenan, untuk dirimu sendiri," gumamnya pada pantulan dirinya dicermin. Tiba-tiba, pintu toilet terbuka. Nando masuk dengan wajah serius. "Aruna, semua orang sudah berkumpul. Pak Alexander, dewan direksi, dan... Pihak Global Medika sudah tiba." "Pihak Global Medika? Yosua sudah datang?" tanya Aruna sambil memoles ulang lipstik merah mudanya. "Ya, Yosua datang bersama.. Seseo
Read more