Keenan terdiam sesaat. Matanya yang merah teringat kembali pada kamar VVIP tempat Aruna terbaring. Di dalam sana, istrinya sedang rapuh. Aruna harus bedrest total. Satu guncangan emosional lagi, dan ia bisa kehilangan keduanya, istri dan calon bayinya. Keenan segera menghubungi Nando. [Nando, batalkan rencana awal,] kata Keenan tiba-tiba. Suaranya dingin, namun ada nada tegas yang tak terbantahkan. [Apa maksudmu? Kiara bisa lolos kalau kita tidak bergerak sekarang. Pesawat pribadinya akan lepas landas dalam tiga jam. Keenan, mobilmu sudah siap di bawah. Tim sudah mengepung hotel tempat Kiara menginap, dan gudang di pelabuhan sudah disterilkan untuk interogasi,] lapor Nando dengan napas sedikit memburu. [Dan masalah Julian... Sipir yang disuap itu sudah kami tangkap, tapi Julian sudah pergi satu jam yang lalu menggunakan mobil tanpa plat,] lanjutnya dengan ragu Keenan menghela nafas panjang, matanya terpejam sesaat, memi
Read more