Keenan berlari secepat kilat. Ia tidak peduli pada Julian yang kini mencoba lari ke arah kontainer. Fokusnya hanya satu, mobil yang membawa Aruna. "ARUNAAA!" teriak Keenan, suaranya parau, pecah oleh keputusasaan. "Terlambat, Keenan! Selamat menonton kehancuranmu!" teriak Julian. Mobil itu melompat, terjungkal, menghilang di balik batas dermaga, dan tak lama kemudian terdengar suara dentuman air yang sangat keras. "TIDAAAK!" Keenan berlari semakin cepat. Langkah kakinya menghantam papan kayu dermaga dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di belakangnya, Nando baru saja melompat keluar dari mobil, berteriak memanggil polisi dan tim medis. Tapi Keenan tidak mendengar apa-apa lagi. Dunianya mengecil, hanya fokus pada titik di mana mobil Aruna tenggelam. Tanpa ragu, Keenan melompat dari ujung dermaga, menyusul mobil yang mulai tenggelam ke dasar laut. Di atas dermaga, Nando berhasil menyerga
Read more