Bab 59Nyonya Ratih menyayangi Ruhi dengan tulus. Sejak pertama kali gadis itu datang, ia sudah menganggap Ruhi seperti anak kandungnya sendiri."Ibunda, terima kasih karena Ibunda sudah menerima aku sebagai putri Ibunda," ucap Ruhi dengan sopan."Cuma orang bodoh yang tidak mau menerima kamu sebagai putri mereka, Nak," jawab Nyonya Ratih lembut sambil membelai rambutnya.Hari itu, di halaman hotel milik Selena, Zarek memperkenalkan Ruhi kepada Selena."Selena, ini Ruhi. Temanku."Selena tersenyum ramah. "Senang berkenalan denganmu, Ruhi."Zarek menatap Selena dengan penuh selidik, berharap menemukan tanda cemburu. Namun, tidak ada apa pun di wajah wanita itu selain ketenangan. Kasih sayang Arya sudah cukup untuknya saat ini.Malamnya, di sebuah perjamuan megah, Raja Samudra mempersembahkan lagu khusus untuk Selena. Suasana menjadi hangat dan penuh kekaguman. Arya tidak memberikan ingin memberikan celah untuk siapapun, bahkan raja Samudra sekalipun untuk mencari perhatian kepada Sele
Read more