Flash drive itu diputar keesokan malamnya.Sinta yang mengatur perangkatnya — laptop yang tidak pernah terhubung ke internet, sistem operasi yang berjalan dari memori eksternal, layar yang dimiringkan sehingga tidak bisa dilihat dari sudut mana pun kecuali dari depan langsung.Cara orang yang sudah terlalu lama hidup dengan waspada.Kami duduk melingkar.Semua orang yang perlu ada sudah ada.Sinta menekan play.Rekaman itu dimulai dengan suara latar.Bukan hening — ada suara AC, suara kertas yang sesekali digeser, suara kota dari kejauhan yang masuk melalui apa yang kemungkinan jendela yang sedikit terbuka.Lalu suara pertama.Suara laki-laki.Dalam. Terukur. Tidak terburu-buru.Aku belum pernah mendengar suaranya — tapi dari cara semua orang di ruangan itu sedikit berubah posisinya, aku tahu.Rafael.Atau Hendra Kusuma.Nama mana pun yang ia pakai — suaranya sama."Kau sudah melihat filenya."Bukan pertanyaan.Lalu suara kedua — laki-laki juga, lebih muda, sedikit lebih gugup meski be
Read more