Share

bab 3. ujian fondasi

Author: Blackmoon
last update Last Updated: 2026-01-14 08:59:10

Fajar baru saja menyingsing ketika lonceng sekte berbunyi tiga kali.

Suara itu menggema ke seluruh Sekte Awan Biru—bukan sebagai panggilan rutin, melainkan penanda ujian internal. Para murid berhenti berlatih. Para tetua membuka mata dari meditasi. Semua tahu, hari ini bukan hari biasa.

Di pelataran Formasi Penguji, ratusan murid telah berkumpul.

Formasi itu terletak di jantung sekte—sebuah lingkaran batu raksasa yang dipenuhi pola rune kuno. Setiap guratan mengandung hukum penilaian, tekanan energi, dan ilusi batin. Ia tidak mengukur seberapa besar ledakan qi seseorang, melainkan seberapa kuat fondasi sejatinya.

Dan itulah yang paling ditakuti oleh para kultivator.

Lin Yuan berdiri di barisan paling depan.

Statusnya kini berbeda. Jubah murid luar telah diganti dengan jubah abu-abu gelap—tanda murid inti percobaan. Banyak tatapan yang tertuju padanya. Ada yang penuh rasa ingin tahu, ada yang menyembunyikan niat buruk.

“Dia benar-benar naik status…”

“Apakah kemarin hanya kebetulan?”

“Formasi ini tidak bisa dibohongi.”

Lin Yuan mengabaikan semua bisikan itu.

Sejak pagi, ia telah menstabilkan napas dan aliran energinya. Ia tidak menggunakan klik. Tidak mengandalkan sistem. Ia ingin tahu—seberapa kuat dirinya sekarang, tanpa bantuan instan.

Tetua Aula Bela Diri melangkah ke depan. Di belakangnya berdiri dua tetua lain serta beberapa murid pengawas.

“Formasi Penguji akan aktif penuh hari ini,” katanya lantang. “Tekanan akan meningkat bertahap. Siapa pun yang tak mampu menahan—akan dikeluarkan.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih berat.

“Formasi ini tidak melukai tubuh. Tapi ia akan menghancurkan fondasi palsu.”

Beberapa murid menelan ludah.

“Ujian dimulai!”

Rune di tanah menyala.

Wuuung—

Tekanan yang tak terlihat menyelimuti pelataran. Udara menjadi berat. Seperti ada gunung raksasa yang perlahan diletakkan di atas bahu semua orang.

Tahap pertama: Tekanan Tubuh.

Beberapa murid langsung gemetar. Otot mereka menegang, dan napas mulai memburu. Ini bukan tekanan qi, melainkan tekanan murni terhadap fisik—tulang, daging, dan darah.

Lin Yuan mengeraskan ototnya secara alami.

Ringan, pikirnya.

Tubuhnya yang telah disempurnakan menerima tekanan itu seolah sedang beradaptasi, bukan melawan. Tulangnya tidak berderak. Darahnya mengalir stabil.

【Evaluasi Pasif】

Tekanan Tubuh: Tidak Signifikan

Ia tetap berdiri tegak.

Tahap kedua dimulai.

Rune berubah warna. Tekanan fisik berkurang, digantikan tekanan energi.

Qi di udara berubah menjadi liar. Ia menekan, menguji apakah meridian mampu menahan aliran energi eksternal tanpa runtuh.

Beberapa murid langsung pucat. Qi mereka bergejolak. Seorang murid jatuh berlutut, memuntahkan darah.

“Fondasi tidak stabil,” gumam seorang tetua. “Terlalu cepat naik tingkat.”

Lin Yuan memejamkan mata.

Qi di sekitarnya mengalir masuk dengan tenang, lalu berhenti tepat di batas yang ia izinkan. Meridian-nya tidak tertekan—justru seperti wadah yang terlalu besar untuk aliran kecil itu.

Ini akibat fondasi mikro yang disempurnakan, ia menyadari.

Ia tidak perlu menarik qi. Dunia yang mengalir ke arahnya.

Tahap ketiga.

Tekanan mulai berubah lagi.

Kali ini bukan tubuh, bukan energi.

Melainkan kehendak.

Ilusi mulai muncul.

Pelataran menghilang. Lin Yuan mendapati dirinya berdiri di aula sekte—namun sendirian. Murid-murid menatapnya dengan tatapan hina. Tetua memalingkan wajah. Papan pengumuman besar terpampang satu kalimat:

“Lin Yuan: Murid Sampah.”

Adegan itu terlalu familiar.

“Pergilah,” suara-suara itu berbisik. “Kau tidak pantas berada di sini.”

Lin Yuan membuka mata ilusi itu.

Ini hanya bayangan masa lalu, pikirnya tenang.

Namun formasi tidak berhenti.

Ilusi berubah.

Ia melihat dirinya mati di arena. Darah mengalir. Tubuh dingin. Tidak ada sistem. Tidak ada klik. Hanya kehampaan.

Untuk sesaat—hanya sesaat—hatinya bergetar.

Lalu ia tersenyum tipis.

“Aku sudah mati sekali,” katanya pelan. “Kau terlambat.”

Kehendaknya mengeras.

Ilusi retak seperti kaca.

CRACK—!

Rune di tanah bergetar.

Tetua Aula Bela Diri mendadak berdiri. “Ilusi kehendak… runtuh?”

Beberapa tetua lain saling pandang. Tahap kehendak biasanya menahan murid inti sekalipun. Namun Lin Yuan… menghancurkannya dari dalam.

Tahap keempat dimulai.

Rune bersinar lebih terang dari sebelumnya.

Ini bukan bagian standar.

“Tekanan gabungan?” gumam tetua beralis putih. “Formasi bereaksi sendiri?”

Tekanan tubuh, energi, dan kehendak menyatu.

Beberapa murid langsung pingsan. Beberapa lainnya jatuh terduduk. Pelataran yang awalnya penuh kini menyisakan kurang dari sepertiga peserta.

Lin Yuan merasakan tekanan meningkat tajam.

Untuk pertama kalinya, ia harus mengerahkan kekuatan.

Ototnya mengencang. Qi di tubuhnya berputar. Kehendaknya terfokus.

Namun… ia tetap berdiri.

【Peringatan】

Tekanan Dunia Meningkat

Stabilisasi Berlangsung

Ia tidak mengaktifkan klik.

Ia membiarkan tubuhnya menyesuaikan diri secara alami.

Waktu berlalu.

Satu napas.

Dua napas.

Sepuluh napas.

Rune mulai meredup.

Formasi… melemah.

“Tidak mungkin,” bisik seorang tetua. “Formasi ini biasanya dihentikan oleh pengawas.”

Namun kali ini, formasi berhenti karena kehabisan respon.

Tekanan menghilang.

Pelataran sunyi.

Lin Yuan berdiri di tengah lingkaran—salah satu dari tiga orang yang tersisa. Namun berbeda dengan dua lainnya yang terengah-engah, Lin Yuan hanya menghembuskan napas panjang.

Seolah baru selesai pemanasan.

Tetua Aula Bela Diri melangkah maju perlahan. Tatapannya kini bukan lagi sekadar waspada.

Melainkan serius.

“Mulai hari ini,” katanya dengan suara menggema, “Lin Yuan dikonfirmasi memiliki fondasi sejati tingkat tinggi.”

Ia berhenti sejenak.

“Status murid inti percobaan… dinaikkan menjadi murid inti resmi.”

Kerumunan murid terdiam.

Status itu bukan hadiah. Itu adalah pengakuan.

Dan pengakuan berarti—Lin Yuan kini benar-benar masuk ke papan permainan.

Saat ia melangkah turun dari pelataran, layar sistem muncul dengan tenang.

【Stabilisasi Selesai】

Fondasi: Mantap

Klik Kedua: Siap Digunakan

Catatan: Penggunaan setelah stabilisasi aman (risiko rendah)

Lin Yuan tidak langsung memilih.

Ia menatap langit biru di atas sekte.

Jika tanpa klik aku sudah sejauh ini…

apa yang akan terjadi saat aku menekannya lagi?

Namun untuk pertama kalinya—

ia tidak terburu-buru.

Karena ia tahu, kekuatan sejati bukan hanya tentang seberapa cepat naik.

Tapi tentang seberapa kokoh ia berdiri di setiap langkah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Satu klik naik seribu tingkat    Bab 7. Tekanan yang tak terlihat

    Langit Sekte Awan Biru tetap sama—bintang- bintang bertaburan, angin gunung bertiup pelan—namun Lin Yuan bisa merasakannya dengan jelas. Ada sesuatu yang berubah. Bukan di sekelilingnya, melainkan cara dunia merespons keberadaannya. Ia berjalan perlahan menuju kediamannya. Setiap langkah terasa sedikit… berat. Bukan karena kelelahan, melainkan karena resistensi halus. Seolah tanah, udara, dan qi di sekitarnya tidak lagi sepenuhnya menyambutnya. 【Analisis Pasif】 Tekanan Dunia: Sedang → Mendekati Tinggi (Fluktuatif) Kondisi: Dunia mulai melakukan penyesuaian pasif Lin Yuan berhenti. “Jadi ini rasanya,” gumamnya pelan. “Ditolak tanpa diserang.” Ia menarik napas dalam-dalam dan menahan seluruh auranya ke dalam tubuh. Tekanan itu sedikit berkurang, namun tidak menghilang sepenuhnya. Arena mempercepat segalanya, pikirnya. Ia baru saja mencapai peringkat dua belas murid inti—sesuatu yang seharusnya mustahil dalam waktu sesingkat itu. Dunia mungkin belum “mengerti” apa

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 6 Arena yang menguji dunia

    Arena Peringkat Murid Inti terletak di sisi timur Sekte Awan Biru. Arena itu bukan arena biasa. Dindingnya terbuat dari batu hitam yang diperkuat dengan formasi penahan. Tanahnya menyerap benturan. Udara di atasnya dilapisi lapisan hukum yang menekan kekuatan berlebihan. Arena ini tidak dibuat untuk tontonan—melainkan untuk menguji batas sejati para murid inti. Sejak pagi, ratusan murid telah berkumpul di sekelilingnya. Bisik-bisik menyebar seperti angin. “Lin Yuan benar-benar akan turun ke arena.” “Katanya tetua sendiri yang mengizinkan.” “Apa dia akan langsung naik peringkat?” Di tribun khusus, beberapa tetua duduk diam, mata mereka sesekali melihat arena. “Dia datang,” kata salah satu tetua pelan. Lin Yuan melangkah masuk ke arena dengan langkah tenang. Tidak ada aura yang meledak. Tidak ada tekanan yang sengaja ia lepaskan. Namun setiap langkahnya terasa padat, seolah tanah di bawah kakinya menyesuaikan diri. Ia berdiri di tengah arena. Nama Lin Yuan munc

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 5. Tatapan dari atas

    Malam hari turun perlahan di Sekte Awan Biru. Lampu-lampu batu roh menyala satu per satu, menerangi jalur-jalur batu yang berkelok di antara paviliun dan aula. Di permukaan, sekte terlihat tenang seperti biasa. Namun di balik ketenangan itu, arus bawah mulai bergerak. Di Aula Tetua. Tiga sosok duduk melingkar di atas bantalan giok. Api roh biru menyala di tengah ruangan, memantulkan bayangan mereka ke dinding batu. Tetua Aula Bela Diri membuka mata lebih dulu. “Fluktuasi hukum siang tadi,” katanya pelan, “bukan berasal dari formasi sekte.” Tetua beralis putih mengangguk. “Aku merasakannya juga.

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 4. Klik kedua

    Langit di atas Sekte Awan Biru cerah tanpa awan. Angin pagi bertiup lembut, membawa aroma dedaunan basah dan qi alami yang tipis namun murni. Lin Yuan berdiri di tepi tebing belakang sekte—tempat yang jarang didatangi murid. Dari sini, ia bisa melihat lautan awan di bawah, seolah dunia berada beberapa lapis lebih rendah darinya. Tempat ini sunyi. Dan kesunyian adalah yang ia butuhkan. Ujian formasi kemarin telah mengukuhkan satu hal: fondasinya kini stabil. Tubuh, energi, dan kehendaknya telah mencapai keseimbangan yang jarang dimiliki kultivator seusianya. Namun sistem tidak diam. Sejak fajar, perasaan aneh terus menggelayuti dirinya—seperti dunia yang sedang mengamati. Lin Yuan duduk bersila di atas batu datar. Ia menenangkan napasnya, menutup mata, dan memanggil sistem. Layar biru pucat muncul dengan tenang. 【Status Pengguna: Lin Yuan】 Fondasi: Mantap Tahap Efektif: Pembentukan Dasar Awal (Stabil) Tekanan Dunia: Rendah–Sedang Klik Tersedia: 1 Rekomendasi

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 3. ujian fondasi

    Fajar baru saja menyingsing ketika lonceng sekte berbunyi tiga kali. Suara itu menggema ke seluruh Sekte Awan Biru—bukan sebagai panggilan rutin, melainkan penanda ujian internal. Para murid berhenti berlatih. Para tetua membuka mata dari meditasi. Semua tahu, hari ini bukan hari biasa. Di pelataran Formasi Penguji, ratusan murid telah berkumpul. Formasi itu terletak di jantung sekte—sebuah lingkaran batu raksasa yang dipenuhi pola rune kuno. Setiap guratan mengandung hukum penilaian, tekanan energi, dan ilusi batin. Ia tidak mengukur seberapa besar ledakan qi seseorang, melainkan seberapa kuat fondasi sejatinya. Dan itulah yang paling ditakuti oleh para kultivator. Lin Yuan berdiri di barisan paling depan. Statusnya kini berbeda. Jubah murid luar telah diganti dengan jubah abu-abu gelap—tanda murid inti percobaan. Banyak tatapan yang tertuju padanya. Ada yang penuh rasa ingin tahu, ada yang menyembunyikan niat buruk. “Dia benar-benar naik status…” “Apakah kemarin hany

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 2. Status di tinjau ulang

    Keheningan di arena bertahan jauh lebih lama dari yang seharusnya. Bau darah, debu batu, dan sisa aura benturan masih menggantung di udara. Murid inti yang sebelumnya begitu angkuh kini tergeletak tak bergerak di kaki dinding arena, dadanya naik turun dengan susah payah. Pedang patahnya berserakan seperti simbol kehancuran harga diri. Tak satu pun murid berani bersuara. Semua mata tertuju pada satu orang. Lin Yuan. Pemuda yang selama ini mereka ejek sebagai murid sampah kini berdiri di tengah arena dengan ekspresi tenang. Tidak ada kesombongan. Tidak ada kepuasan berlebihan. Seolah apa yang baru saja terjadi…

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status