LOGINLangit Sekte Awan Biru tetap sama—bintang- bintang bertaburan, angin gunung bertiup pelan—namun Lin Yuan bisa merasakannya dengan jelas. Ada sesuatu yang berubah. Bukan di sekelilingnya, melainkan cara dunia merespons keberadaannya.
Ia berjalan perlahan menuju kediamannya. Setiap langkah terasa sedikit… berat. Bukan karena kelelahan, melainkan karena resistensi halus. Seolah tanah, udara, dan qi di sekitarnya tidak lagi sepenuhnya menyambutnya. 【Analisis Pasif】 Tekanan Dunia: Sedang → Mendekati Tinggi (Fluktuatif) Kondisi: Dunia mulai melakukan penyesuaian pasif Lin Yuan berhenti. “Jadi ini rasanya,” gumamnya pelan. “Ditolak tanpa diserang.” Ia menarik napas dalam-dalam dan menahan seluruh auranya ke dalam tubuh. Tekanan itu sedikit berkurang, namun tidak menghilang sepenuhnya. Arena mempercepat segalanya, pikirnya. Ia baru saja mencapai peringkat dua belas murid inti—sesuatu yang seharusnya mustahil dalam waktu sesingkat itu. Dunia mungkin belum “mengerti” apa yang terjadi, tetapi ia sudah mencium ketidakwajaran. Sesampainya di paviliun, Lin Yuan duduk bersila. Biasanya, qi malam hari akan mengalir masuk dengan mudah. Namun kali ini, ia harus menariknya secara sadar. Bahkan ketika qi masuk, rasanya sedikit kasar, seperti air yang mengalir melalui saluran yang mulai menyempit. “Bukan fondasiku yang bermasalah,” ia menyimpulkan. Tapi “lingkungannya.” Sistem muncul, lebih cepat dari biasanya. 【Peringatan Sistem】 Dunia lokal mulai menerapkan tekanan adaptif Efek: – Kultivasi alami melambat – Terobosan spontan dicegah Catatan: Ini bukan hukuman. Ini mekanisme perlindungan dunia. Lin Yuan membuka mata. “Mekanisme perlindungan…” ia tersenyum tipis. “Dari aku?” 【Jawaban】 Benar. Keheningan menyelimuti ruangan. Untuk pertama kalinya sejak mendapatkan sistem, Lin Yuan benar-benar merasakan sesuatu yang tidak bisa diatasi dengan satu klik sederhana. Jika ia menekan klik sekarang—ya, kekuatannya akan naik. Namun tekanan dunia juga akan meningkat. Seperti menarik tali dari dua arah. Ia menutup mata kembali, tidak melanjutkan kultivasi. Malam itu, ia hanya menyesuaikan napas, membiarkan tubuhnya terbiasa dengan tekanan baru. Ia tidak mengejar kemajuan. Dan justru karena itu— ia mulai memahami sesuatu yang lebih dalam. Keesokan harinya, perubahan terlihat jelas. Di area latihan murid inti, formasi pengumpulan qi yang biasanya stabil mulai berfluktuasi saat Lin Yuan masuk. Qi berputar tidak merata. Beberapa murid terpaksa menghentikan latihan mereka. “Formasinya kenapa?” “Apa ada gangguan?” Pengawas segera memeriksa, namun tidak menemukan kerusakan apa pun. Hanya satu perbedaan. Lin Yuan ada di sana. Ia segera melangkah mundur beberapa meter. Formasi kembali stabil. Beberapa murid menatapnya dengan ekspresi campur aduk—kagum, takut, dan bingung. “Dia bahkan tidak melakukan apa-apa…” bisik seseorang. Wu Shan berdiri tidak jauh dari sana. Ia memperhatikan dengan mata serius. “Bukan dia yang mengganggu formasi,” katanya pelan. “Formasi itu… tidak cukup untuknya.” Kalimat itu membuat beberapa murid terdiam. Di aula utama, para tetua kembali berkumpul. “Tekanan adaptif telah dimulai,” kata tetua beralis putih. “Lebih cepat dari perkiraan.” Tetua Aula Bela Diri mengangguk. “Arena memperlihatkannya terlalu jelas.” “Apakah perlu pembatasan?” tanya tetua wanita berjubah hitam. “Belum,” jawab tetua Aula Bela Diri. “Justru sekarang fase paling berharga.” Ia menatap peta hukum dunia kecil yang melayang di udara. “Jika dia runtuh karena tekanan ini, berarti dia memang tidak layak.” “Dan jika dia bertahan?” tanya tetua wanita itu. Tatapan mereka mengeras. “Maka Sekte Awan Biru… mungkin tidak lagi cukup besar untuk menahannya.” Sore harinya, Lin Yuan dipanggil lagi. Kali ini bukan ke aula, melainkan ke Ruang Meditasi Batu Langit—tempat khusus yang jarang dibuka bahkan untuk murid inti elit. Tetua Aula Bela Diri menunggunya di sana. “Masuk,” katanya. Begitu Lin Yuan melangkah masuk, pintu batu menutup perlahan. Formasi isolasi aktif, memisahkan ruangan itu dari hukum dunia luar. Tekanannya berkurang, Lin Yuan menyadarinya seketika. Ia menghela napas tanpa sadar. Tetua itu memperhatikan reaksinya. “Jadi memang sudah sejauh itu.” “Tekanan dunia,” jawab Lin Yuan jujur. Tetua mengangguk. “Kami membukakan ruangan ini bukan untuk melindungimu.” Ia menatap Lin Yuan lurus. “Melainkan untuk mengujimu.” Lin Yuan mengangkat alis. “Duduk,” kata tetua itu. Begitu Lin Yuan duduk bersila, tetua itu mengaktifkan formasi kedua. Tekanan muncul lagi. Namun kali ini lebih terkendali. “Ini hanya simulasi,” kata tetua itu. “Tekanan dunia tahap berikutnya.” Lin Yuan langsung merasakan perbedaannya. Qi di tubuhnya terasa lebih berat. Setiap sirkulasi membutuhkan kehendak lebih besar. Bukan menyakitkan, tapi melelahkan. “Jika kau terus naik seperti kemarin,” kata tetua itu tenang, “inilah yang akan kau hadapi setiap hari.” Lin Yuan mengepalkan tangan perlahan. “Dan jika aku menekan klik lagi?” Tetua itu menatapnya dalam-dalam. “Tekanan akan melonjak. Dunia akan berhenti berpura-pura tidak melihat.” Ruangan itu seketika menjadi hening. Lin Yuan menutup mata, merasakan tekanan simulasi itu. Jadi ini batas alami dunia rendah… Ia tidak melawan. Tidak memaksakan diri. Sebaliknya, ia menyesuaikan ritme. Napasnya melambat. Qi-nya bergerak lebih halus. Kehendaknya menyatu dengan tubuhnya, bukan mendorong keluar. Perlahan—lahan tekanan itu terasa… bisa ditoleransi. Mata tetua itu menyipit. “Kau tidak mencoba menerobos,” katanya. “Kau beradaptasi.” Lin Yuan membuka mata. “Jika aku melawan dunia, aku akan kalah. Untuk sekarang.” Tetua itu tertawa pelan. “Jawaban yang benar.” Ia menonaktifkan formasi. Tekanan menghilang. “Mulai sekarang,” katanya serius, “kau dilarang menggunakan klik di dalam sekte tanpa izin tetua.” Lin Yuan mengangguk. “Aku mengerti.” “Sebagai gantinya,” tetua itu melanjutkan, “kami akan memberimu akses ke sumber daya yang tidak memicu tekanan dunia.” Lin Yuan terkejut. “Ada yang seperti itu?” Tetua itu tersenyum samar. “Ada. Tapi langka. Dan berbahaya dengan caranya sendiri.” “Persiapkan dirimu. Dalam tiga hari, kau akan ikut misi keluar sekte.” Lin Yuan berdiri dan membungkuk. “Misi apa?” Tetua itu menatapnya lama sebelum menjawab. “Misi yang memaksamu memilih,” katanya pelan. “Antara menekan klik… atau bertahan sebagai dirimu sendiri.” Malam itu, Lin Yuan kembali ke paviliun. Ia tidak berkultivasi. Ia hanya duduk, memandangi tangannya sendiri. Sistem muncul, lebih sunyi dari biasanya. 【Status】 Penggunaan Klik: Tidak Disarankan saat ini Catatan: Pengguna berada di fase adaptasi penting Lin Yuan tersenyum kecil. “Jangan khawatir,” katanya pelan. “Aku belum akan menekanmu.” Namun jauh di atas langit— di balik lapisan hukum dunia rendah— sesuatu bergerak. Tatapan yang sebelumnya samar kini sedikit lebih jelas. Dan dunia, perlahan, mulai bersiap.Langit Sekte Awan Biru tetap sama—bintang- bintang bertaburan, angin gunung bertiup pelan—namun Lin Yuan bisa merasakannya dengan jelas. Ada sesuatu yang berubah. Bukan di sekelilingnya, melainkan cara dunia merespons keberadaannya. Ia berjalan perlahan menuju kediamannya. Setiap langkah terasa sedikit… berat. Bukan karena kelelahan, melainkan karena resistensi halus. Seolah tanah, udara, dan qi di sekitarnya tidak lagi sepenuhnya menyambutnya. 【Analisis Pasif】 Tekanan Dunia: Sedang → Mendekati Tinggi (Fluktuatif) Kondisi: Dunia mulai melakukan penyesuaian pasif Lin Yuan berhenti. “Jadi ini rasanya,” gumamnya pelan. “Ditolak tanpa diserang.” Ia menarik napas dalam-dalam dan menahan seluruh auranya ke dalam tubuh. Tekanan itu sedikit berkurang, namun tidak menghilang sepenuhnya. Arena mempercepat segalanya, pikirnya. Ia baru saja mencapai peringkat dua belas murid inti—sesuatu yang seharusnya mustahil dalam waktu sesingkat itu. Dunia mungkin belum “mengerti” apa
Arena Peringkat Murid Inti terletak di sisi timur Sekte Awan Biru. Arena itu bukan arena biasa. Dindingnya terbuat dari batu hitam yang diperkuat dengan formasi penahan. Tanahnya menyerap benturan. Udara di atasnya dilapisi lapisan hukum yang menekan kekuatan berlebihan. Arena ini tidak dibuat untuk tontonan—melainkan untuk menguji batas sejati para murid inti. Sejak pagi, ratusan murid telah berkumpul di sekelilingnya. Bisik-bisik menyebar seperti angin. “Lin Yuan benar-benar akan turun ke arena.” “Katanya tetua sendiri yang mengizinkan.” “Apa dia akan langsung naik peringkat?” Di tribun khusus, beberapa tetua duduk diam, mata mereka sesekali melihat arena. “Dia datang,” kata salah satu tetua pelan. Lin Yuan melangkah masuk ke arena dengan langkah tenang. Tidak ada aura yang meledak. Tidak ada tekanan yang sengaja ia lepaskan. Namun setiap langkahnya terasa padat, seolah tanah di bawah kakinya menyesuaikan diri. Ia berdiri di tengah arena. Nama Lin Yuan munc
Malam hari turun perlahan di Sekte Awan Biru. Lampu-lampu batu roh menyala satu per satu, menerangi jalur-jalur batu yang berkelok di antara paviliun dan aula. Di permukaan, sekte terlihat tenang seperti biasa. Namun di balik ketenangan itu, arus bawah mulai bergerak. Di Aula Tetua. Tiga sosok duduk melingkar di atas bantalan giok. Api roh biru menyala di tengah ruangan, memantulkan bayangan mereka ke dinding batu. Tetua Aula Bela Diri membuka mata lebih dulu. “Fluktuasi hukum siang tadi,” katanya pelan, “bukan berasal dari formasi sekte.” Tetua beralis putih mengangguk. “Aku merasakannya juga.
Langit di atas Sekte Awan Biru cerah tanpa awan. Angin pagi bertiup lembut, membawa aroma dedaunan basah dan qi alami yang tipis namun murni. Lin Yuan berdiri di tepi tebing belakang sekte—tempat yang jarang didatangi murid. Dari sini, ia bisa melihat lautan awan di bawah, seolah dunia berada beberapa lapis lebih rendah darinya. Tempat ini sunyi. Dan kesunyian adalah yang ia butuhkan. Ujian formasi kemarin telah mengukuhkan satu hal: fondasinya kini stabil. Tubuh, energi, dan kehendaknya telah mencapai keseimbangan yang jarang dimiliki kultivator seusianya. Namun sistem tidak diam. Sejak fajar, perasaan aneh terus menggelayuti dirinya—seperti dunia yang sedang mengamati. Lin Yuan duduk bersila di atas batu datar. Ia menenangkan napasnya, menutup mata, dan memanggil sistem. Layar biru pucat muncul dengan tenang. 【Status Pengguna: Lin Yuan】 Fondasi: Mantap Tahap Efektif: Pembentukan Dasar Awal (Stabil) Tekanan Dunia: Rendah–Sedang Klik Tersedia: 1 Rekomendasi
Fajar baru saja menyingsing ketika lonceng sekte berbunyi tiga kali. Suara itu menggema ke seluruh Sekte Awan Biru—bukan sebagai panggilan rutin, melainkan penanda ujian internal. Para murid berhenti berlatih. Para tetua membuka mata dari meditasi. Semua tahu, hari ini bukan hari biasa. Di pelataran Formasi Penguji, ratusan murid telah berkumpul. Formasi itu terletak di jantung sekte—sebuah lingkaran batu raksasa yang dipenuhi pola rune kuno. Setiap guratan mengandung hukum penilaian, tekanan energi, dan ilusi batin. Ia tidak mengukur seberapa besar ledakan qi seseorang, melainkan seberapa kuat fondasi sejatinya. Dan itulah yang paling ditakuti oleh para kultivator. Lin Yuan berdiri di barisan paling depan. Statusnya kini berbeda. Jubah murid luar telah diganti dengan jubah abu-abu gelap—tanda murid inti percobaan. Banyak tatapan yang tertuju padanya. Ada yang penuh rasa ingin tahu, ada yang menyembunyikan niat buruk. “Dia benar-benar naik status…” “Apakah kemarin hany
Keheningan di arena bertahan jauh lebih lama dari yang seharusnya. Bau darah, debu batu, dan sisa aura benturan masih menggantung di udara. Murid inti yang sebelumnya begitu angkuh kini tergeletak tak bergerak di kaki dinding arena, dadanya naik turun dengan susah payah. Pedang patahnya berserakan seperti simbol kehancuran harga diri. Tak satu pun murid berani bersuara. Semua mata tertuju pada satu orang. Lin Yuan. Pemuda yang selama ini mereka ejek sebagai murid sampah kini berdiri di tengah arena dengan ekspresi tenang. Tidak ada kesombongan. Tidak ada kepuasan berlebihan. Seolah apa yang baru saja terjadi…







