Share

bab 4. Klik kedua

Author: Blackmoon
last update Last Updated: 2026-01-15 09:08:16

Langit di atas Sekte Awan Biru cerah tanpa awan.

Angin pagi bertiup lembut, membawa aroma dedaunan basah dan qi alami yang tipis namun murni. Lin Yuan berdiri di tepi tebing belakang sekte—tempat yang jarang didatangi murid. Dari sini, ia bisa melihat lautan awan di bawah, seolah dunia berada beberapa lapis lebih rendah darinya.

Tempat ini sunyi.

Dan kesunyian adalah yang ia butuhkan.

Ujian formasi kemarin telah mengukuhkan satu hal: fondasinya kini stabil. Tubuh, energi, dan kehendaknya telah mencapai keseimbangan yang jarang dimiliki kultivator seusianya.

Namun sistem tidak diam.

Sejak fajar, perasaan aneh terus menggelayuti dirinya—seperti dunia yang sedang mengamati.

Lin Yuan duduk bersila di atas batu datar. Ia menenangkan napasnya, menutup mata, dan memanggil sistem.

Layar biru pucat muncul dengan tenang.

【Status Pengguna: Lin Yuan】

Fondasi: Mantap

Tahap Efektif: Pembentukan Dasar Awal (Stabil)

Tekanan Dunia: Rendah–Sedang

Klik Tersedia: 1

Rekomendasi: Klik Kedua dimungkinkan

Lin Yuan membuka mata.

“Klik kedua…” gumamnya.

Jika klik pertama adalah penyelamatan dan rekonstruksi, maka klik kedua adalah lonjakan sejati. Ia tidak lagi berada di ambang kehancuran. Dunia tidak lagi mengabaikannya.

Artinya—harga akan mulai muncul.

Ia terdiam sejenak, lalu bertanya dalam hati, Apa risikonya?

Layar sistem bergetar samar.

【Peringatan Parsial】

Klik Kedua akan meningkatkan kualitas kekuatan

Efek samping: Tekanan hukum dunia meningkat

Konsekuensi pasti: Belum dapat diprediksi sepenuhnya

Lin Yuan tersenyum tipis.

“Tak ada jalan tanpa risiko.”

Dia menarik napas panjang dan menenangkan pikirannya. Tidak ada keraguan di dalam matanya.

Dengan kehendak yang mantap, ia memilih—

【YA】

Dunia bergetar.

Bukan ledakan seperti klik pertama, melainkan penekanan. Seolah langit menurunkan bobotnya satu lapis. Ruang di sekeliling Lin Yuan mengencang. Udara menjadi berat, qi bergetar liar sebelum tertarik masuk ke tubuhnya.

Rasa sakit datang terlambat.

Bukan menghancurkan, melainkan menekan dari

dalam.

Tulang-tulangnya mulai berdenyut. Meridian-nya terasa menyempit lalu melebar. Energi qi yang sebelumnya tenang kini berputar dengan cepat, memadat,dan berubah kualitas.

【Klik Kedua Aktif】

Naik 1.000 Tingkat Mikro

Qi: Dimurnikan → Tingkat Tinggi

Fondasi: Diperkuat

Sinkronisasi Tubuh–Jiwa: Meningkat

Lin Yuan menggertakkan gigi.

Berat…

Jika klik pertama seperti membangun ulang rumah yang runtuh, maka klik kedua seperti memadatkan seluruh bangunan dengan baja—tanpa memperbesar ukurannya.

Ia bisa merasakan perbedaannya dengan jelas.

Qi di tubuhnya tidak bertambah liar dan tidak meledak keluar.

Sebaliknya—ia menjadi padat, berat, dan terkendali.

Satu helaan napas Lin Yuan kini membawa tekanan yang setara dengan kultivator Pembentukan Dasar menengah.

Namun bersamaan dengan itu—

Boom—!

Awan di langit berputar perlahan.

Lin Yuan membuka matanya.

Langit… bergerak?

Tidak. Bukan langit yang bergerak tapi,

Qi dunia sedang menyesuaikan diri.

【Peringatan】

Tekanan Dunia meningkat menjadi: Sedang

Catatan: Pengguna mulai melampaui batas alami di dunia rendah

Lin Yuan berdiri.

Tanah di bawah kakinya berderak pelan.

Ia mengangkat tangannya,dan mengepalkannya perlahan. Udara di sekeliling tinjunya bergetar—bukan karena teknik, melainkan karena massa energi.

“Ini…” bisiknya. “Bukan sekadar lebih kuat.”

Ini adalah perubahan kualitas.

Ia melangkah satu langkah ke depan.

CRACK—

Batu di tepi tebing retak membentuk jaring laba-laba. Lin Yuan segera menghentikan langkahnya.

Jika aku tidak mengontrolnya… aku bisa menghancurkan tempat ini.

Sistem kembali muncul.

【Evaluasi】

Kekuatan meningkat signifikan

Kontrol: Perlu penyesuaian

Rekomendasi: Latihan pengekangan kekuatan

Lin Yuan mengangguk pelan.

Namun sebelum ia sempat menenangkan diri sepenuhnya—

DING.

Suara berbeda muncul.

Lebih dingin dan lebih… asing.

【Peringatan Tambahan】

Perhatian eksternal terdeteksi

Sumber: Tidak diketahui

Alis Lin Yuan berkerut.

“Perhatian eksternal?”

Ia baru saja menanyakan itu ketika—

Wuuung—

Tekanan asing menyapu area tersebut, cepat namun tajam. Bukan niat membunuh, melainkan pengamatan. Seperti seseorang melirik dari kejauhan.

Lin Yuan langsung menahan auranya, memadatkannya ke dalam.

Tekanan itu berlalu.

Namun keringat dingin mengalir di punggungnya.

Itu bukan tetua sekte.

Aura itu… lebih tinggi, lebih dingin dan lebih jauh.

【Catatan Sistem】

Klik Kedua memicu fluktuasi hukum lokal

Beberapa entitas sensitif dapat mendeteksi anomali.

Lin Yuan menghela napas panjang.

“Jadi ini harganya.”

Bukan luka.

Bukan rasa sakit.

Melainkan—perhatian.

Beberapa jam kemudian, Lin Yuan kembali ke area latihan murid inti.

Namun suasana di sana telah berubah.

Beberapa murid yang biasanya berlatih dengan percaya diri kini meliriknya dengan waspada. Ada yang pura-pura tidak melihat. Ada yang segera menyingkir.

Tekanan halus dari tubuh Lin Yuan sulit disembunyikan sepenuhnya.

“Dia…” bisik seseorang. “Auranya berbeda dari kemarin.”

“Lebih kuat .”

“Seperti… bukan dari tahap yang sama.”

Seorang murid inti tinggi besar melangkah maju. Matanya tajam, sikapnya dingin.

“Lin Yuan,” katanya. “Aku Wu Shan. Murid inti peringkat tujuh.”

Ia berhenti dua langkah dari Lin Yuan.

“Aku ingin menguji.”

Lin Yuan menatapnya tenang.

“Sekarang?”

Wu Shan mengangguk. “Tanpa teknik. Tanpa senjata.”

Lin Yuan memahami maksudnya.

Ini bukan permusuhan.

Ini pengakuan—atau penolakan.

“Baik,” jawab Lin Yuan.

Mereka berdiri saling berhadapan.

Tidak ada aba-aba.

Wu Shan mulai bergerak duluan. Tinju kanannya dilapisi dengan qi tebal, menghantam lurus dan cepat—sebuah pukulan standar murid inti berpengalaman.

Lin Yuan tidak menghindar.

Ia mengangkat tangannya.

Bang!

Suara benturan tumpul terdengar. Udara bergetar.

Wu Shan terhenti mendadak. Matanya membelalak.

Lengannya… tidak bisa maju.

Bukan karena ditahan.

Melainkan karena kekuatan Lin Yuan terlalu padat.

Wu Shan mundur dua langkah, napasnya berat. “Qi-mu…”

Lin Yuan menurunkan tangannya.

“Sudah cukup?” tanyanya tenang.

Wu Shan menatapnya beberapa detik, lalu mengepalkan tangan dan menunduk sedikit.

“Cukup.”

Ia berbalik dan pergi tanpa berkata apa pun lagi.

Tidak ada sorakan. Tidak ada duel besar.

Namun semua murid yang melihat tahu—

Lin Yuan tidak hanya naik status tapi juga

Ia naik kelas.

Saat matahari mulai condong ke barat, Lin Yuan duduk sendirian lagi.

Sistem muncul terakhir kali hari itu.

【Ringkasan Klik Kedua】

Keuntungan: Kualitas kekuatan meningkat drastis

Kerugian: Perhatian eksternal + tekanan dunia bertambah

Catatan: Klik berikutnya akan memperbesar kedua sisi

Lin Yuan menatap langit senja.

Awan bergerak perlahan, seolah menyembunyikan sesuatu di baliknya.

Jika setiap klik menarik lebih banyak tatapan…

Ia tersenyum tipis.

Maka aku harus cukup kuat—bahkan untuk dilihat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Satu klik naik seribu tingkat    Bab 7. Tekanan yang tak terlihat

    Langit Sekte Awan Biru tetap sama—bintang- bintang bertaburan, angin gunung bertiup pelan—namun Lin Yuan bisa merasakannya dengan jelas. Ada sesuatu yang berubah. Bukan di sekelilingnya, melainkan cara dunia merespons keberadaannya. Ia berjalan perlahan menuju kediamannya. Setiap langkah terasa sedikit… berat. Bukan karena kelelahan, melainkan karena resistensi halus. Seolah tanah, udara, dan qi di sekitarnya tidak lagi sepenuhnya menyambutnya. 【Analisis Pasif】 Tekanan Dunia: Sedang → Mendekati Tinggi (Fluktuatif) Kondisi: Dunia mulai melakukan penyesuaian pasif Lin Yuan berhenti. “Jadi ini rasanya,” gumamnya pelan. “Ditolak tanpa diserang.” Ia menarik napas dalam-dalam dan menahan seluruh auranya ke dalam tubuh. Tekanan itu sedikit berkurang, namun tidak menghilang sepenuhnya. Arena mempercepat segalanya, pikirnya. Ia baru saja mencapai peringkat dua belas murid inti—sesuatu yang seharusnya mustahil dalam waktu sesingkat itu. Dunia mungkin belum “mengerti” apa

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 6 Arena yang menguji dunia

    Arena Peringkat Murid Inti terletak di sisi timur Sekte Awan Biru. Arena itu bukan arena biasa. Dindingnya terbuat dari batu hitam yang diperkuat dengan formasi penahan. Tanahnya menyerap benturan. Udara di atasnya dilapisi lapisan hukum yang menekan kekuatan berlebihan. Arena ini tidak dibuat untuk tontonan—melainkan untuk menguji batas sejati para murid inti. Sejak pagi, ratusan murid telah berkumpul di sekelilingnya. Bisik-bisik menyebar seperti angin. “Lin Yuan benar-benar akan turun ke arena.” “Katanya tetua sendiri yang mengizinkan.” “Apa dia akan langsung naik peringkat?” Di tribun khusus, beberapa tetua duduk diam, mata mereka sesekali melihat arena. “Dia datang,” kata salah satu tetua pelan. Lin Yuan melangkah masuk ke arena dengan langkah tenang. Tidak ada aura yang meledak. Tidak ada tekanan yang sengaja ia lepaskan. Namun setiap langkahnya terasa padat, seolah tanah di bawah kakinya menyesuaikan diri. Ia berdiri di tengah arena. Nama Lin Yuan munc

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 5. Tatapan dari atas

    Malam hari turun perlahan di Sekte Awan Biru. Lampu-lampu batu roh menyala satu per satu, menerangi jalur-jalur batu yang berkelok di antara paviliun dan aula. Di permukaan, sekte terlihat tenang seperti biasa. Namun di balik ketenangan itu, arus bawah mulai bergerak. Di Aula Tetua. Tiga sosok duduk melingkar di atas bantalan giok. Api roh biru menyala di tengah ruangan, memantulkan bayangan mereka ke dinding batu. Tetua Aula Bela Diri membuka mata lebih dulu. “Fluktuasi hukum siang tadi,” katanya pelan, “bukan berasal dari formasi sekte.” Tetua beralis putih mengangguk. “Aku merasakannya juga.

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 4. Klik kedua

    Langit di atas Sekte Awan Biru cerah tanpa awan. Angin pagi bertiup lembut, membawa aroma dedaunan basah dan qi alami yang tipis namun murni. Lin Yuan berdiri di tepi tebing belakang sekte—tempat yang jarang didatangi murid. Dari sini, ia bisa melihat lautan awan di bawah, seolah dunia berada beberapa lapis lebih rendah darinya. Tempat ini sunyi. Dan kesunyian adalah yang ia butuhkan. Ujian formasi kemarin telah mengukuhkan satu hal: fondasinya kini stabil. Tubuh, energi, dan kehendaknya telah mencapai keseimbangan yang jarang dimiliki kultivator seusianya. Namun sistem tidak diam. Sejak fajar, perasaan aneh terus menggelayuti dirinya—seperti dunia yang sedang mengamati. Lin Yuan duduk bersila di atas batu datar. Ia menenangkan napasnya, menutup mata, dan memanggil sistem. Layar biru pucat muncul dengan tenang. 【Status Pengguna: Lin Yuan】 Fondasi: Mantap Tahap Efektif: Pembentukan Dasar Awal (Stabil) Tekanan Dunia: Rendah–Sedang Klik Tersedia: 1 Rekomendasi

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 3. ujian fondasi

    Fajar baru saja menyingsing ketika lonceng sekte berbunyi tiga kali. Suara itu menggema ke seluruh Sekte Awan Biru—bukan sebagai panggilan rutin, melainkan penanda ujian internal. Para murid berhenti berlatih. Para tetua membuka mata dari meditasi. Semua tahu, hari ini bukan hari biasa. Di pelataran Formasi Penguji, ratusan murid telah berkumpul. Formasi itu terletak di jantung sekte—sebuah lingkaran batu raksasa yang dipenuhi pola rune kuno. Setiap guratan mengandung hukum penilaian, tekanan energi, dan ilusi batin. Ia tidak mengukur seberapa besar ledakan qi seseorang, melainkan seberapa kuat fondasi sejatinya. Dan itulah yang paling ditakuti oleh para kultivator. Lin Yuan berdiri di barisan paling depan. Statusnya kini berbeda. Jubah murid luar telah diganti dengan jubah abu-abu gelap—tanda murid inti percobaan. Banyak tatapan yang tertuju padanya. Ada yang penuh rasa ingin tahu, ada yang menyembunyikan niat buruk. “Dia benar-benar naik status…” “Apakah kemarin hany

  • Satu klik naik seribu tingkat    bab 2. Status di tinjau ulang

    Keheningan di arena bertahan jauh lebih lama dari yang seharusnya. Bau darah, debu batu, dan sisa aura benturan masih menggantung di udara. Murid inti yang sebelumnya begitu angkuh kini tergeletak tak bergerak di kaki dinding arena, dadanya naik turun dengan susah payah. Pedang patahnya berserakan seperti simbol kehancuran harga diri. Tak satu pun murid berani bersuara. Semua mata tertuju pada satu orang. Lin Yuan. Pemuda yang selama ini mereka ejek sebagai murid sampah kini berdiri di tengah arena dengan ekspresi tenang. Tidak ada kesombongan. Tidak ada kepuasan berlebihan. Seolah apa yang baru saja terjadi…

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status