Tik...Tok...Tik...Tok...Suara jam antik itu terdengar jelas di tengah ruangan yang nyaris tanpa suara.Jarumnya bergerak perlahan, seolah tidak peduli dengan waktu yang terus berjalan.Di atas ranjang besar dengan seprai putih, Ken masih terbaring tak sadarkan diri.Wajahnya pucat.Perban tebal melingkari kepalanya, sementara beberapa luka kecil terlihat di pelipis dan rahangnya. Selang oksigen terpasang di bawah hidung. Di samping ranjang, sebuah monitor portabel terus menampilkan garis detak jantung yang naik turun.Bip...Bip...Bip...Lemah.Tetapi stabil.Ruangan itu sama sekali tidak menyerupai kamar rumah sakit.Dindingnya dilapisi marmer hitam mengilap. Lampu kristal menggantung dari langit-langit tinggi. Tirai beludru berwarna gelap menutup seluruh jendela, membuat cahaya dari luar tidak bisa masuk.Tidak ada lambang rumah sakit.Tidak ada suara perawat.Tidak ada bau khas antiseptik.Hanya kesunyian.Kemudian...Klik.Pintu kayu besar terbuka perlahan.Seseorang masuk.S
Read more