Pintu kamar utama di lantai dua terbuka lebar.Raymond melangkah keluar lebih dulu dengan langkah panjang dan cepat. Wajah yang beberapa saat lalu dipenuhi ketenangan kini berubah serius. Rahangnya mengeras, sementara sorot matanya kembali menjadi tajam—sorot mata seorang Mafia yang terbiasa menghadapi situasi genting tanpa kehilangan kendali.Di belakangnya, Clara keluar dengan langkah jauh lebih hati-hati.Tangan kirinya menopang perut yang kini mulai membulat, sementara tangan kanannya menggenggam erat jemari Noah agar bocah itu tidak berlari menyusuri koridor."Noah, tetap di samping Mama.""Iya, Ma."Noah mengangguk patuh.Meski belum memahami apa yang sedang terjadi, bocah itu dapat merasakan perubahan suasana dari wajah orang-orang di sekelilingnya.Koridor lantai dua yang biasanya tenang pagi itu berubah menjadi sibuk.Beberapa pelayan tampak berlari kecil membawa alat komunikasi internal.Ada yang menoleh ke arah halaman depan melalui jendela-jendela besar.Ada pula yang sali
Read more