Clara memahami maksud suaminya. Ia tidak berusaha menahan. Sebaliknya, ia mengangguk pelan sambil menggenggam tangan Raymond sesaat. "Jangan terlalu lama." bisiknya lembut. Raymond membalas dengan anggukan tipis. Lalu ia berbalik dan berjalan menuju ruang kerjanya di lantai atas. Klik... Pintu kayu mahoni setinggi hampir tiga meter itu menutup perlahan, memisahkan Raymond dari keramaian rumah. Keheningan langsung memenuhi ruangan. Ruang kerja itu didominasi nuansa cokelat tua yang elegan. Rak-rak buku menjulang hingga mendekati langit-langit, dipenuhi koleksi buku bisnis, sejarah, hingga album keluarga. Sebuah meja kerja besar dari kayu walnut berdiri kokoh di tengah ruangan, sementara jendela kaca berukuran penuh membentang di sisi kanan, menghadap langsung ke taman depan mansion. Raymond berjalan perlahan menuju jendela. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Tatapannya menembus kaca. Di luar... Halaman mansion telah kembali tenang. Tak ada lagi kilatan kamera.
Read more