Koridor utama Rumah Sakit Antonio Medical Center pagi itu bermandikan cahaya keemasan matahari. Sinar mentari menembus dinding-dinding kaca setinggi langit-langit, memantulkan bayangannya pada lantai marmer putih yang mengilap hingga tampak seperti permukaan air yang tenang. Aroma khas rumah sakit—perpaduan antiseptik, cairan disinfektan, dan bunga lili segar yang diletakkan di sudut-sudut koridor—masih samar tercium, tetapi kini tidak lagi terasa mencekam. Suasana yang beberapa hari lalu dipenuhi langkah kaki tergesa-gesa, suara alat medis yang bersahutan, dan wajah-wajah penuh kecemasan, kini berubah menjadi jauh lebih damai. Hari itu... Mereka akhirnya pulang. Raymond berdiri di belakang kursi roda Clara dengan kedua tangan menggenggam erat pegangan berlapis kulit hitam itu. Jemarinya yang besar mencengkeram begitu kuat, seolah ia sedang memegang sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar kursi roda. Perlahan ia mulai mendorongnya menyusuri koridor. Sangat perlahan.
Read more