Aurora panik, bibirnya sedikit pucat, menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca. Ketakutan menghantui dirinya, apalagi ia masih kuliah.Leo yang mendengarnya menjadi gelisah, ia tidak menyalahkan sang istri, tetapi dirinya sendiri yang lupa mengingatkan Aurora.“Sayang, aku minta maaf. Seharusnya aku juga mengingatkan kamu supaya gak telat minum pilnya. Tapi gak usah panik ya, ini kan bukan masa subur kamu, kita berdoa saja semoga tidak jadi,” ucap Leo menenangkan Aurora.Aurora mengangguk, ia berharap jika ia tidak hamil dalam waktu dekat, karena keadaan semakin rumit ketika dirinya hamil nanti, perutnya semakin besar dan Aurora tidak bisa menyembunyikannya lagi.“Semoga ya, Mas. Aku takut banget,” balas Aurora.“Jangan khawatir ya, Sayang.”Leo mengelus punggung Aurora lembut, ia dapat merasakan kegelisahan sang istri. Ia berharap mempunyai anak dari Aurora, tetapi tidak dalam waktu dekat karena ia kasihan dengan istrinya jika hamil sekarang.Hubungan mereka masih rahasia, ia tida
Baca selengkapnya