แชร์

Bab 95. Hasil dari Test Pack

ผู้เขียน: Syafitri Wulandari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-24 20:48:42

Setelah menangis sesegukan akhirnya Aurora mau melakukan tes kehamilan. Suasana menjadi sangat tegang, ia menahan napasnya ketika mengambil test pack dalam wadah kecil yang berisi urinenya sendiri.

Tangannya gemetar, tubuhnya lemas, air matanya kembali tumpah dan ia hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya ketika melihat dua garis di benda pipih itu yang terpampang jelas—namun sedikit samar.

“A-aku hamil?!” ucapnya dengan tidak percaya.

Aurora membekap mulutnya sendiri, Leo yang ada di sebelahny
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Haladiem
penasaran gemana kelanjutanya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 129. Menginginkanmu

    Sepulangnya dari rumah Roy senyum Aurora tidak pernah luntur sedikit pun. Ia yang tidak mendapatkan figur seorang ayah kini menemukan kembali sosok itu dalam diri Roy—papa mertuanya. “Kenapa senyum-senyum dari habis pulang dari rumah Papa?” tanya Leo dengan lembut. Ia mengusap puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. Sebenarnya walaupun ia tidak bertanya, Leo sudah tahu penyebab rasa bahagia yang istrinya rasakan saat ini. Aurora terkekeh, kedua pipinya bersemu merah. Bahkan ia tidak malu untuk memeluk lengan Leo terlebih dahulu. “Hehe…aku sangat bahagia, Mas. Akhirnya aku punya ayah,” ungkap Aurora dengan mata berbinar. “Syukur lah kalau kamu bahagia, Sayang. Anggap papa itu papa kandungmu juga ya. Kamu tidak perlu sungkan. Tapi kalau kamu lebih manja dengan papa, Mas cemburu,” balas Leo dengan ekspresi yang dibuat-buat sedih. Aurora tergelak, ia mengelus pipi Leo dengan manja. “Ya gak mungkin, Mas. Aku masih menjaga batasan.” Leo memeluk Aurora dan mencium puncak kepa

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 128. Perasaan Bahagia

    Aurora menggenggam tangan Leo dengan erat ketika mereka baru saja memasuki rumah Roy.“Akhirnya kalian datang juga,” ujar Roy yang tak jauh dari mereka.Matanya tertuju pada Aurora lalu ke perut Aurora yang sudah terlihat membesar dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh siapa pun.Aurora tampak terlihat takut, tubuhnya bergerak untuk semakin merapatkan dirinya pada Leo.“Sayang itu Papa,” bisik Leo dengan lembut.Aurora menghembuskan napasnya dengan pelan, perlahan ia bergerak dan melepaskan genggamannya pada Leo. Kakinya mulai melangkah untuk mendekat ke arah mertuanya.Tangannya dengan ragu terulur untuk menjabat tangan sang mertua.“A-aurora, Pa.”Aurora memperkenalkan diri dengan nada bicara yang terdengar takut-takut. Ia takut Roy tidak akan menerimanya sebagai menantu. Kehidupannya dan Leo sangat berbeda jauh, perbedaan itu terlihat sangat jelas.Roy tersenyum tipis, ia menyambut tangan menantunya itu dengan hangat dan menyentuh puncak kepala Aurora dengan mengelusnya pela

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 127. Bertemu Mertua?

    “Di mana istrimu?” tanya Roy—papa kandung Leo dengan ekspresi datar namun penasaran.Ekspresi wajah Leo langsung tampak serius. Semua keluarga sedang berkumpul setelah acara pernikahan Shopia dan Raja.“Ada di apartemen,” sahut Leo tanpa keraguan.Roy menautkan kedua tangannya dan menjadikan sebagai tumpuan dagunya.“Kenapa tidak kamu bawa ke sini, Leo? Apa kamu tidak ingin memperkenalkan istri barumu itu kepada Papa dan yang lainnya? Kamu sama sekali tidak menghargai keluarga ini. Bisa-bisanya menikah tanpa sepengetahuan Papa dan yang lainnya,” tanya Roy sambil memarahi anaknya.Roy menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan sang anak. Bahkan ia tidak habis pikir kenapa Leo bisa menikahi perempuan muda se-usia Shopia. Bahkan kabarnya cucu dan menantunya itu adalah sahabat dekat.“Situasinya tidak seperti yang Papa pikirkan. Saya yang memaksanya untuk masuk ke dunia saya. Dia sudah menolak tetapi demi ibunya di rela direndahkan oleh saya. Tetapi pada akhirnya saya yang jatu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 126. Menghilangkan Beban

    Leo benar-benar sangat hati-hati menyentuh sang istri. Gerakannya pelan saat memasuki Aurora.Sedangkan suara desahan Aurora terdengar mengalun indah di telinga Leo. Cengkeraman tangan Aurora terasa kuat di bahunya.“M-mas terus,” pinta Aurora dengan merengek manja.Suara napas keduanya terdengar berat, Leo berusaha mengontrol dirinya agar tidak menyakiti calon anak mereka dengan mempercepat gerakannya.“Iya, Sayang. Kita harus ingat juga dengan calon anak kita,” jawab Leo dengan suara berbisik.Aurora mengangguk, ia menggigit bibir bawahnya ketika milik Leo masuk dengan sempurna.“Aaahhh…”Aurora meremas payudaranya sendiri dengan mata terpejam menikmati milik Leo yang keluar masuk di bawah sana.Ini sungguh nikmat!Aurora merasa tidak ingin berhenti, peluh sudah membanjiri tubuhnya. Sudah berapa kali tubuhnya bergetar hebat mendapatkan pelepasan.Leo juga merasa sebentar lagi ia akan keluar. Dengan kesadaran penuh ia melepaskan penyatuan mereka.“Arghh…” Cairan miliknya keluar di a

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 125. Please, Sentuh Aku Mas!

    Leo menutup pintu kamar dengan perlahan, ia mendengar tangisan lirih istrinya. Leo menghela napasnya dengan pelan ketika melihat sang istri meringkuk di tempat tidur sambil menahan tangisannya yang hendak pecah.Tanpa menimbulkan suara Leo berjalan menghampiri Aurora. Ia duduk di pinggir tempat tidur, dan mengelus rambut Aurora dengan lembut.Aurora yang merasakan kehadiran suaminya, ia tak langsung melihat ke arah Leo. Tangisan wanita hamil itu malah kian terdengar keras.“Shopia sudah pulang, Sayang. Mas pastikan dia tidak akan menemui kamu sebelum kamu siap untuk bertemu dengan dia,” ujar Leo memulai pembicaraan.Aurora masih tetap diam, tangisannya membungkam suaranya sendiri.“Sayang, boleh Mas memberikan saran?” tanya Leo dengan lembut.Aurora perlahan memperlihatkan wajah sembabnya kepada Leo. “Apa?” tanya Aurora dengan serak—ia berusaha meredam isakannya sendiri.Leo menatap dalam manik mata Aurora yang terlihat sembab. “Sudah berapa lama kamu sahabatan dengan Shopia?” tanya

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 124. Permintaan Maaf Yang Ditolak

    “Pergi kamu dari sini!” bentak Aurora sambil menunjuk ke arah pintu agar Shopia segera pergi dari hadapannya sekarang juga.Gadis itu masih diam, ia menelan ludahnya dengan kasar. Namun, tekadnya tak akan membuatnya pergi.Shopia meremas tangannya sendiri, ia semakin gugup ketika tatapan Aurora semakin terlihat membencinya.“A-aurora, aku—”“Pergi! Aku gak mau melihat wajah kamu!”Dada Aurora naik turun, tatapan tajam menghunus. Emosinya naik seketika, wajahnya merah padam, aliran darahnya terasa mendidih—panas menjalar ke seluruh tubuhnya.“A-aku minta maaf,” ucap Shopia dengan terbata.Wajahnya menunduk tak berani menatap Aurora sama sekali. Degup jantung Shopia menggila, gadis itu takut dengan semua reaksi Aurora.Benar saja, Aurora langsung terkekeh mendengar permintaan maaf dari Shopia yang menurutnya sudah terlambat. Dan Aurora yakin jika Shopia meminta maaf kepadanya karena Leo yang sudah menemui Shopia terlebih dahulu.“Maaf? Dengan semua yang terjadi kamu hanya meminta maaf?”

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 76. Akan Cerai

    Aurora menenangkan Shopia yang menangis dengan cara memeluknya, ia tidak menyangka acara makan malam yang tadinya penuh canda tawa, kini berubah mengkhawatirkan.Benarkah Emma selingkuh?Ia melirik Leo, pria itu juga tampak emosi. Ia merasa iba dengan semua yang terjadi.Apakah Leo cemburu melihat

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 71. Melepas Rindu

    Desahan Aurora memenuhi kamar, beriringan dengan gerakan Leo yang begitu cepat. Suara penyatuan mereka terdengar mengalun indah untuk melepas rasa rindu keduanya.Peluh membasahi tubuh keduanya, kamar yang tadinya rapi kini sudah berantakan, pakaian mereka berserakan di lantai. Bahkan AC di kamar

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 64. Kamu Milik Saya!

    Sejak selesai makan dan kembali ke kamar, Leo tidak mengucapkan sepatah kata pun. Rahang pria itu masih mengeras, pertanda jika emosi masih menguasai jiwanya.Aurora mendekat dengan ragu, ia menghela napas pelan. Bahkan ia takut suara napasnya juga mengganggu kenyamanan Leo.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-31
  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 49. Hukuman Untuk Shopia

    Leo hanya menggertak Aurora agar gadis itu tidak kembali mengikuti rencana gila Shopia di kemudian hari.Sungguh hatinya masih sangat dongkol mengingat kejadian sebelumnya, perbuatan Shopia sangat membahayakan. Tidak hanya dirinya, tetapi orang lain juga. “Aku janji gak akan melakukannya lagi, Om,

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status