“Mas?” ulang Leo dengan tersenyum, panggilan itu terasa menggelitik hatinya, seakan ada yang menari-nari di sana. “G-gak boleh ya?” tanya Aurora tercekat. “Sangat boleh, Sayang.”Leo mencondongkan wajahnya sampai ke telinga Aurora. “Aku mencintaimu,” bisik Leo tak lama sedikit menjauh dari Aurora. Tubuh Aurora menegang, matanya tak berkedip, mulutnya terbuka. Namun, tidak ada suara yang keluar dari sana. “Mungkin ini terlambat, tapi aku nyaman denganmu, Aurora. Hatiku kembali merasakan cinta ketika bersamamu, sebelum menyadarinya, aku terus menyangkal perasaan itu. Tapi makin ke sini, aku sadar jika semua itu adalah perasaan cinta yang aku sendiri tidak tahu pasti kapan perasaan itu datang,” jelas Leo dengan serius.Mata Aurora berkedip-kedip, mencoba mencerna perkataan Leo yang baginya masih terdengar mimpi. Leo mencintai dirinya? Ia tidak salah dengar, kan? “Kamu masih belum yakin?” tanya Leo menyadarkan Aurora dari sibuknya dengan pemikirannya sendiri. Aurora tersenyum, ia
Baca selengkapnya