Selama menempuh perjalanan kabur ini, aku memeluk pinggang Argan dengan sangat erat. Kedua lenganku melingkar rapat, tepat menempel di atas perut ratanya yang berotot keras. Hembusan angin siang hari yang kencang, terus menerpa wajahku dari balik kaca helm ini."Mereka pasti laporin kejadian perkelahian kalian, di jalan raya tadi, Pak."Aku berteriak cukup keras di dekat telinganya, agar suaraku bisa terdengar mengalahkan suara angin."Felicia pasti bikin laporan palsu, soal penculikan atau penyerangan fisik. Wanita itu mau bikin aku, masuk ke dalam ruang tahanan polisi hari ini juga."Argan membalas ucapanku barusan, tanpa menolehkan kepalanya ke arah belakang sama sekali.Sebab mendengar penjelasan dari Argan, rasa takutku menjadi semakin membesar berkali-lipat. Nasibku benar-benar sudah hancur sepenuhnya, karena dituduh menjadi wanita simpanan dosen kampus. Sekarang, aku juga harus ikut kabur menghindari kejaran pihak kepolisian setempat.
Last Updated : 2026-03-08 Read more