"Saya bakal kirim beberapa orang, buat amanin rumah Ibu siang ini juga."Mendengar janji Argan tersebut, aku mengangkat kepalaku untuk menatap punggung lebarnya dari arah belakang. Pria ini menggunakan uang dan kekuasaannya untuk menyelesaikan masalah keluargaku di kampung halaman. Tindakan penyelamatannya ini membuatku merasa semakin tidak bisa lepas dari kendali tangannya."Iya, Bu. Orang suruhan saya bakal bawa Bapak, ke rumah sakit paling bagus di sana." Argan kembali menjawab ucapan ibuku dari seberang telepon."Biaya perawatan sama rumah sakitnya, biar saya yang bayar lunas hari ini."Beberapa saat kemudian, Argan mematikan sambungan telepon itu dengan usapan jari jempolnya. Dia memasukkan ponsel pintarku ke dalam saku celana kain berwarna hitam miliknya. Pria berotot itu membalikkan badan dan berjalan kembali mendekati posisiku di atas kasur."Bapak kamu udah siuman dari pingsannya, Nara. Kamu nggak usah nangis ketakutan lagi sekarang."
Last Updated : 2026-03-09 Read more