ログインArgan menatap wajahku dengan senyuman yang terlihat sangat mengerikan siang ini. Fakta ini membuktikan bahwa dia membiarkan kosanku diserang Felicia agar aku terpaksa mengikutinya ke sini.
"Kamu nggak bakal butuh tempat kosan sempit itu lagi, Nara. Sekarang, rumah ini bakal jadi tempat tinggal kamu, untuk selamanya."
"Pak Argan sengaja biarin kosanku dihancurin sama orang-orang itu tadi siang, kan?" Aku menuduh pria tinggi ini dengan nada suara yang lumayan keras.
"Aku cu
Sebab mendengar nama penaku disebut secara jelas, kedua mataku langsung membulat sempurna karena kaget. Pria berkacamata itu benar-benar membocorkan rahasia nama penaku ke stasiun televisi nasional. Identitas rahasiaku sebagai penulis cerita dewasa kini sudah diketahui oleh seluruh masyarakat."Pihak kampus pasti bakal makin marah sama aku karena tulisan novel dewasaku itu, Pak Argan."Aku menoleh ke arah dosen pembimbingku dengan wajah yang sangat pucat pasi."Vickry sengaja jadiin kamu tumbal biar perusahaannya nggak diboikot sama masyarakat luas. Dia pria pengecut yang cuma mikirin uang jabatannya sendiri."Argan memberikan tanggapan santai sambil mematikan televisi besar itu menggunakan remote di tangannya. Layar kembali menjadi hitam dan ruangan ini kembali menjadi sangat sepi seketika."Semua kerja kerasku nulis ratusan bab novel hilang begitu aja hari ini. Aku beneran udah kehilangan semua harga diriku di depan banyak orang."Badanku
Argan menatap wajahku dengan senyuman yang terlihat sangat mengerikan siang ini. Fakta ini membuktikan bahwa dia membiarkan kosanku diserang Felicia agar aku terpaksa mengikutinya ke sini."Kamu nggak bakal butuh tempat kosan sempit itu lagi, Nara. Sekarang, rumah ini bakal jadi tempat tinggal kamu, untuk selamanya.""Pak Argan sengaja biarin kosanku dihancurin sama orang-orang itu tadi siang, kan?" Aku menuduh pria tinggi ini dengan nada suara yang lumayan keras."Aku cuma mau mempercepat proses kepindahan kamu ke rumah ini aja, Nara. Tempat kosan kamu itu udah pasti jadi target amukan massa mulai besok pagi."Pria itu menjawab tuduhanku dengan raut wajah yang sangat santai. Dia sama sekali tidak merasa bersalah setelah memanipulasi keadaan burukku hari ini. Argan malah berjalan mendekat dan mengambil tas punggungku dari atas meja kaca."Tapi Bapak tega banget biarin aku ketakutan setengah mati dikejar preman tadi. Aku pikir nyawaku beneran bakal
Polisi itu menundukkan kepalanya sedikit untuk memberikan permintaan maaf secara langsung. Argan hanya mengangguk pelan menerima permintaan maaf dari petugas keamanan tersebut. Pria itu memang selalu memiliki cara instan untuk keluar dari masalah hukum negara."Silakan kalian berdua pergi dari kamar ini, sekarang juga." Argan mengusir kedua polisi itu dengan gerakan usapan dari telapak tangannya."Baik, Pak. Kami permisi undur diri dulu."Kedua polisi itu langsung berbalik badan dan berjalan keluar dari kamar penginapan kami. Mereka menutup pintu kayu ini dari arah luar secara pelan-pelan. Suasana di dalam ruangan kumuh ini kembali menjadi sangat sunyi dan aman.Aku menghela napas panjang untuk melepaskan sisa rasa panik di dadaku. Koneksi pertemanan Argan benar-benar sangat luas dan juga berbahaya. Pria ini bisa mengendalikan aparat hukum hanya dengan satu kali panggilan telepon singkat."Kita udah aman dari polisi, Pak Argan. Tapi kita nggak bisa
Brak!Brak!Brak!Pintu kamar ini digedor sangat keras dari arah luar menggunakan pukulan tangan kosong. Suara gedoran kasar itu langsung membuat kedua bahuku terlonjak kaget ke arah atas. Argan segera melepaskan pelukan tangannya dan berdiri tegak menghadap lurus ke arah daun pintu."Kami dari pihak kepolisian wilayah setempat! Buka pintu kamar ini sekarang juga, atau kami dobrak paksa!"Suara teriakan pria bernada sangat berat terdengar lantang menembus celah bawah pintu kamar kami. Pihak berwajib ternyata sudah berhasil melacak rute pelarian sepeda motor pinjaman Argan siang ini.Suara gedoran di pintu kayu ini terdengar semakin keras. Aku langsung melangkah mundur untuk menjauhi arah pintu kamar. Tubuhku bergetar hebat karena merasa sangat panik pada siang hari ini.Argan justru berjalan pelan mendekati daun pintu kayu tersebut. Pria tinggi itu sama sekali tidak menunjukkan raut wajah ketakutan. Dia memutar kunci pintu dan langsun
"Saya bakal kirim beberapa orang, buat amanin rumah Ibu siang ini juga."Mendengar janji Argan tersebut, aku mengangkat kepalaku untuk menatap punggung lebarnya dari arah belakang. Pria ini menggunakan uang dan kekuasaannya untuk menyelesaikan masalah keluargaku di kampung halaman. Tindakan penyelamatannya ini membuatku merasa semakin tidak bisa lepas dari kendali tangannya."Iya, Bu. Orang suruhan saya bakal bawa Bapak, ke rumah sakit paling bagus di sana." Argan kembali menjawab ucapan ibuku dari seberang telepon."Biaya perawatan sama rumah sakitnya, biar saya yang bayar lunas hari ini."Beberapa saat kemudian, Argan mematikan sambungan telepon itu dengan usapan jari jempolnya. Dia memasukkan ponsel pintarku ke dalam saku celana kain berwarna hitam miliknya. Pria berotot itu membalikkan badan dan berjalan kembali mendekati posisiku di atas kasur."Bapak kamu udah siuman dari pingsannya, Nara. Kamu nggak usah nangis ketakutan lagi sekarang."
Ucapan Argan barusan, terdengar seperti sebuah janji manis yang memuat jebakan tersembunyi. Pria ini seolah memang memanfaatkan skandal kehancuranku, agar aku bergantung sepenuhnya pada uang miliknya. Teori medis tentang kelainan perilakunya, seketika kembali muncul di dalam otak sadarku sore ini.Dia sengaja membuatku terisolasi dari dunia luar, dan membiarkan aku kehilangan semua sumber penghasilan mandiri. Dengan kondisi lemah seperti ini, aku tidak akan memiliki pilihan lain, selain terus menuruti semua permintaan fisik darinya."Bapak sengaja biarin masalah ini makin besar, biar aku cuma bisa bergantung sama uang Bapak, kan?"Aku menuduhnya secara langsung di dalam kamar, tanpa menutupi rasa curigaku lagi kepadanya. Argan tidak memberikan jawaban suara sama sekali, untuk merespons pertanyaanku barusan. Sudut bibir pria itu, hanya tertarik sedikit ke atas dan membentuk sebuah lengkungan senyum tipis.Dia lalu menggeser posisi duduknya menjadi semakin







