"Kamu beneran mau nyuruh dokter bayaran buat bunuh ibuku di dalam sana, Kak Felicia?!"Aku melangkah maju menantang wanita modis tersebut dengan sisa keberanianku malam ini. Rasa takutku pada Argan mendadak hilang digantikan oleh kepanikan memikirkan nasib ibuku."Tentu saja aku berani, Nara. Uangku bisa bayar perawat atau dokter mana aja di rumah sakit swasta ini."Felicia tertawa pelan sambil melepas kacamata hitamnya dengan gaya yang sangat sombong. Wanita ini benar-benar tidak peduli dengan nyawa manusia murni demi membalaskan dendam cintanya."Kamu udah telat selangkah buat main ancaman nyawa di wilayah kekuasaanku, Felicia."Argan menyela pembicaraan kami dengan suara bariton yang sangat tenang dan datar. Pria berotot itu mengambil ponselnya dari saku jas dan menekan satu tombol panggilan cepat."Bawa dokter palsu itu keluar dari ruang ganti perawat di sayap kanan sekarang juga."Argan memberikan perintah singkat lurus ke arah mikrofon di bagian bawah ponselnya. Tidak sampai sat
Last Updated : 2026-04-01 Read more