Aku menutup ritsleting tas ini rapat-rapat dan menggendongnya di kedua bahu. Kakiku melangkah cepat kembali menuju arah gedung perpustakaan fakultas kedokteran. Aku harus mengatur raut wajahku agar terlihat sangat normal di depan mahasiswa lain.Fika masih duduk di tempat yang sama sambil asyik memainkan layar ponsel pintarnya. Teman sekelasku itu langsung menoleh saat aku menarik kursi kayu di sebelahnya."Lama banget kamu di toilet kampus, Nara. Perutku beneran udah keroncongan nungguin kamu dari tadi."Fika mengeluh pelan sambil memegang perutnya menggunakan telapak tangan kiri."Maaf ya, antrean toilet wanita di lantai satu tadi lumayan panjang. Beberapa mahasiswi tingkat bawah juga pada asyik dandan kelamaan di depan kaca wastafel."Aku memberikan alasan palsu agar Fika tidak curiga dengan kepergian lamaku tadi. Berbohong demi keselamatan nyawa sudah menjadi rutinitas baruku semenjak mengenal sosok Argan."Iya deh nggak apa-apa. Eh, kamu tahu nggak berita paling panas di kampus p
Last Updated : 2026-03-26 Read more