Riak kemarahan yang terpancar diwajah Adven berubah seketika, kegelapan menguar dari dalam dirinya seperti gelombang badai yang akan menelan segalanya.Denyut dinadi Adven memanas, perasaannya meledak semakin tak terkendali.Ternyata, Adven tidak hanya harus menerima seberapa dalam pengkhianatan yang dilakukan Hansen. Adven juga harus menyaksikan seberapa tidak warasnya ayahnya.“Sebesar apapun kau meluapkan kekecewaaanmu, kau tidak akan bisa memperbaiki apapun. Terima saja atas apa yang telah terjadi dan lanjutkan hidupmu, jangan cengeng,” ucap Hansen tertawa mengejek tidak menunjukan rasa bersalah sedikitpun apalagi bersedia meminta maaf.Wajah Bjorn terangkat pelan, hatinya bertepuk tangan melihat keruntuhan diri Adven yang kini mulai gemetar menghadapi seberapa gelap dan gilanya sisi seorang Hansen Nathaneil.‘Itulah yang dulu aku rasakan saat ayahku memberikan sepotong kue perayaan kehamilan ibumu, padahal hari itu ibuku meninggal,’ batin Bjorn.“Maafkan ibu, Adven. Ibu melakukan
Huling Na-update : 2026-03-10 Magbasa pa