“Baguslah kalau kamu tidak keberatan. Secepatnya aku akan mengenalkan kekasih Kael sebagai selir ke kaisar,” ucap Julia.Wajahnya terlihat bahagia. Seketika aura muram dan gelap saat Elowen datang tadi berangsur sirna.Elowen mengabaikan ulah Julia. Tanpa sebab ada sebagian hatinya yang tiba-tiba luruh. Ia seorang wanita, seorang istri. Meski belum mencintai Kael, Elowen merasa perlahan ia akan tersingkir.“Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan, saya pamit.”Julia mengangguk, selanjutnya Elowen bangkit dari duduknya, berpamitan kemudian berlalu pergi.Langkahnya sangat anggun, penuh percaya diri bahkan tidak terlihat kesedihan di sana. Julia yang memperhatikannya hanya tersenyum masam.“Sudah kuduga, kamu tidak akan keberatan dengan permintaanku ini. Selanjutnya, aku akan dengan mudah menjalankan rencanaku,” batin Julia.“Anda mau kemana, Putri?” tanya Pina begitu melihat Elowen keluar
Read more