CLANG!!!Kael menyerang tanpa peringatan, gerakannya kasar dan membabi buta, bukan gaya bertarungnya yang biasanya terukur. Pedang mereka beradu, percikan api memercik di udara pengap.Darian nyaris tak sempat menahan rentetan tebasan, terdesak mundur hingga punggungnya membentur tumpukan peti. Gudang bergema oleh suara baja, napas berat, dan sumpah serapah yang terpotong. Kael mendorong dengan bahu, menebas dari sisi.Darian mencoba mengulur waktu, menyambar tong kayu dan melemparkannya, lalu menyelinap di antara bayangan.“Dengarkan aku, Jenderal!” teriaknya, terengah. “Elowen—”Namun kalimat itu terputus saat Kael menghantamkan gagang pedang ke rahangnya. Darah menyembur, Darian terhuyung, dan gudang seakan menyempit oleh kebencian yang menekan dari segala arah.Di sudut ruangan, Elowen terikat pada tiang, tubuhnya gemetar, mata terbelalak menyaksikan dua pria itu saling membunuh. Kael melirik sekilas, cukup
Last Updated : 2026-02-11 Read more