Alis Kael mengernyit samar dengan mata yang menatap bingung. Seolah ia tidak tahu apa maksud ucapan Elowen kali ini.Elowen tersenyum sambil menatap Kael lama, seakan menimbang sesuatu di dadanya sendiri. Lalu ia menghela napas pelan, suaranya turun menjadi nyaris bisikan.“Jenderal … apa pun yang kau sembunyikan, apa pun yang dunia tidak boleh tahu tentangmu,” katanya perlahan, jemarinya menggenggam ujung jubah pria itu, “akan tetap tinggal di sini.” Ia menyentuh dadanya sendiri. “Bersamaku.”Ia mengangkat wajahnya, mata beningnya berkilat bukan oleh air mata, melainkan oleh keyakinan.“Karena kepercayaanmu padaku bukan beban. Itu kehormatan. Dan aku bersumpah, selama aku masih bernapas, aku yang akan menjaganya. Bukan sebagai istrimu, bukan sebagai bangsawan… tapi sebagai seseorang yang memilih untuk setia padamu.”Tidak ada reaksi dari Kael. Bibir tipisnya terkatup tak bersuara, tapi
Terakhir Diperbarui : 2026-02-12 Baca selengkapnya