공유

Warga Mengamuk

작가: Dara Karinda
last update 게시일: 2026-03-03 17:34:01

Di sisi lain, Mak Kerti mengumpulkan warga desa. Dia mencari waktu yang tepat memberi melancarkan serangan terakhirnya.

Ketika sudah banyak orang berkumpul di depan rumah Pak Bagaskara, dia meminta orang-orang berteriak-teriak.

“Pergi kamu, Bagaskara! Pergi dari desa kami!”

Mereka berteriak berulang-ulang. Pasangan Bagaskara yang awalnya hanya diam saja dan tidak mau menanggapi, lama kelamaan telinga mereka terasa panas.

“Pergi! Pergi dari desa kami! Cepat pergi!”

Suara mereka bergaung ke
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Rawi Pamit

    Suasana hingar bingar terlihat di aula kampus Universitas Manunggal. Enam orang berjejer dengan tas punggung berukuran raksasa berada di dekat kaki-kaki mereka. Selain itu, tas kecil mereka terselempang manis di pundak.Beberapa koper terbaring pasrah di sekitar mereka. Banyak mahasiswa memberi selamat, dan berjabat tangan dengan mereka. Beberapa dari teman mahasiswa juga memberi pesan juga meminta oleh-oleh saat mereka pulang.Rawi melihat ke segala arah untuk melihat apakah Kak Brama sudah datang atau belum. Hiruk pikuk membuatnya kadang-kadang kehilangan fokus untuk mencari Kak Brama.Bermenit-menit kemudian, Dia melihat Kak Brama berlari panik ke arah mereka.Dia terengah-engah ketika sampai, dan berusaha mengatur nafas sebelum berbicara denga

  • Rawi, Sang Jejaka Super   H-1

    Keesokan harinya …Semua sudah berkumpul di tempat yang ditentukan. Dahayu sempat terlambat beberapa detik. Pram, Damian, dan Haris datang bersamaan sambil membawa perbekalan.“Kalian bawa apa itu?” teriak Kak Brama.“Cemilan, Bram,” jawab mereka sambil cengar-cengir.Kak Brama yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Pram, Damian, dan Haris segera meletakkan makanan yang dibawanya ke tempat yang aman.“Ayo! Semuanya berkumpul di sumber suara!”Kak Brama memberi instruksi.Rawi, Kinanthi, Dahayu, Pram, Damian, dan Haris segera berlari mendekat ke arah Kak Brama.“Kalian sudah membawa yang kemarin

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Persiapan Dimulai

    Pesan dari Kak Brama.{Sebentar, Kinan. Ada pesan dari Kak Brama. Kita lanjutkan lagi nanti]Rawi membuka pesan dari Kak Brama.{Rawi, apa benar berita yang aku dapat?}{Berita apa, Kak?}{Katanya kamu mau mengundurkan diri dari program pertukaran mahasiswa}Rawi mengambil jeda untuk mengetik balasan pada Kak Brama. Dia merasa harus memberikan jawaban yang bijaksana sehingga Kak Brama tidak salah paham.{Sebenarnya iya, Kak}Kak Brama kini yang lama memberi pesan balasan. Rawi memandang gawainya sampai hampir bosan, tapi balasan itu tak kunjung datang. Dia sampai merebahka

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Bantuan Teman Baik

    Rawi terhenyak. Rawi masih menatap gawainya sambil membaca kembali pesan-pesan yang ada di grup. Dia tidak menyangka akan secepat itu dikeluarkan dari grup. Walaupun juga dia sadar, dia tidak ada kepentingan di grup tersebut. “Sudahlah. Mungkin mereka sudah memahami keadaanku saat ini. Biarkan saja mereka fokus untuk menyiapkan untuk keperluan pelatihan dan pemberangkatan.”Rawi kembali meletakkan gawainya, dan kembali merebahkan diri di atas kasur. Dia merasa lega karena teman-teman bisa menerima situasi dirinya yang memang berbeda dengan mereka. Dia berdehem. Tenggorokannya terasa kering. Dia bangkit dan berjalan menuju ruang tengah untuk mengambil segelas air minum. Dia menuangkan air dan meminumnya perlahan. Bu Krisan keluar juga dari kamarnya. Matanya terlihat lelah. Dia terlihat sedikit terkejut melihat Rawi ada di sana sedang memegang gelas. Hampir saja Rawi tersedak karena kaget. “Bu.” Bu Krisan duduk di kursi yang ada. “Maafkan kami, Rawi. Kami tidak bisa mewujudkan kei

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Grup PPM

    [Lho! Kok mendadak batal begitu saja, Rawi. Harus ada penjelasan untuk hal ini!}{Ya, aku ada alasan tersendiri untuk hal ini. Maaf, memang semua serba mendadak jadi mungkin tidak ada keterangan tambahan}{Tidak bisa, Rawi. Kamu tidak bisa memutuskan sendiri. Kasihan teman-teman yang lain.}{Masih ada kamu, Kinan. Semua pasti teratasi}{Pokoknya keputusan ini belum final ya}{Maaf, dan terima kasih}Rawi masih membalas pesan Kinanthi beberapa kali sebelum dia mengacuhkannya. Matanya tertutup tapi pikirannya mengembara mencari jalan keluar terbaik untuk kondisinya saat ini.Walaupun hatinya tetap tidak rela melepaskan program yang

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Respon Pak Bagaskara dan Bu Krisan

    Rawi menutup mata sebentar, kemudian membuka matanya kembali. Ketika dia membuka mata, dia sudah berada di kamarnya sendiri. Sebuah kamar temapt dia biasanya melepas penat selama kuliah. Tempat tenyaman baginya.Bu Krisan dan Pak Bagaskara segera menuju kamarnya. Entah mengapa mereka melakukan hal itu.“Rawi!” teriak Bu Krisan memastikan keberadaan anaknya.“Ibu! Bapak!”“Kok tiba-tiba sekali pulang ke rumah. Ada apa? Kamu sehat, kan?” Bu Krisan kembali melihat Rawi dengan seksama.Rawi tersenyum.“Aku sehat, Bu.”“Lalu ada apa? tidak biasanya kamu pulang dengan cara yang tidak biasa ini.” Pak Bagaskara mu

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Berdamai

    “Hah! Apa aku tidak salah dengar ya?” Rawi cukup kaget, Dia tidak menyangka Pak Salam akan berinisiatif berbicara terlebih dahulu. Bukan hanya Rawi, pakdhe Surya juga ternganga melihat hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pak Salam mengambil nafas panjang beberapa kali sebelum mengucapkan ka

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Pakdhe Surya dan Pak Salam

    Bayangan demi bayangan berlalu dengan cepat. Sekilas dia melihat wajah pakdhe Surya, kemudian dia melihat wajah Pak Salam. “Hmmm … apa yang terjadi di sana?” pikir Rawi. Wajah mereka berdua terlihat tegang, dan wajah pak Salam merah menyala. Baju Pak Salam terlihat sangat berantakan, melebihi dar

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Malam Bahagia

    Pak Bagaskara. Bu Krisan, Rawi, Rana, dan Mak Kerti duduk mengelilingi meja makan. Pemandangan yang tidak biasa, tapi suasana seperti ini adalah yang paling nyaman selama Rawi tinggal di desa ini. Biasanya mereka merasa was-was tentang apa saja, bahkan akhir-akhir ini banyak suara-suara barang dil

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Kita Semua Bersaudara

    “Mak! Mak, sadar! Kami berjanji tidak akan seperti itu!” bisik Bu Krisan pelan. Dia memeluk erat Mak Kerti supaya dia tidak melakukan hal-hal di luar nalar. Bu Krisan memberi tanda pada Pak Bagaskara, Rawi, dan Rana untuk ikut memberi motivasi pada Mak Kerti. Satu per satu keluarga Bagaskara mende

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status