Selama dua hari, Nirmala tidak keluar kabin. Pusing dan mual semakin membuatnya lemah. Makanan yang masuk ke mulutnya pun hanya sedikit, tak lama akan dimuntahkan lagi. Kondisi Nirmala yang semakin menurun membuat Tara khawatir. Setiap pagi ia membawakan bubur hangat agar Nirmala mau makan, tetapi hanya beberapa suap saja yang lolos ke mulut perempuan itu.“Makanlah yang banyak, Nirmala. Jika tidak, tubuhmu akan semakin lemas. Sebentar lagi kita akan tiba di pelabuhan, kamu harus makan agar kuat berjalan nanti,” bujuk Tara sembari menyodorkan mangkuk.Nirmala hanya menggeleng lemah, aroma makanan yang menyengat justru membuat perutnya kembali bergejolak. “Aku tidak bisa, Tara. Kepalaku sangat pusing, semuanya terasa berputar.”Tara menarik napas panjang, ia merasa iba melihat keadaan temannya itu. Di dalam hati, kecurigaannya tentang kehamilan Nirmala semakin kuat. Namun, ia tidak berani mengatakannya lagi karena tahu hal itu hanya akan menambah beban pikiran Nirmala. “Jika kita sud
Read more