Arya membaca surat itu dengan mata berkaca-kaca. Ibunya tidak menyebutkan Ratu atau siapa pun, hanya tentang kerinduannya pada Arya dan memohon agar Arya memiliki umur panjang.Arya bisa merasakan ketakutan yang dialami ibunya, bukan takut akan kematian, tetapi takut terjadi sesuatu dengan Arya. Dalam surat itu, ibunya berkata kalau setiap hari ia merasa tubuhnya lemas. Terutama setelah sarapan yang disiapkan oleh petugas.Kedua tangan Arya mengepal, rahangnya mengeras, matanya berkilat tajam. Bisa dipastikan kalau racun yang diminum ibunya bukan racun yang membuat seseorang meninggal dalam satu tegukan, melainkan racun yang diminum sedikit demi sedikit setiap hari dan perlahan menggerogoti tubuh ibunya hingga akhirnya tubuh itu tak bisa lagi bertahan.“Setiap hari, pasti kamu kesakitan, Ibunda …,” ujar Arya pelan. Ia bisa membayangkan betapa tersiksanya sang Ibu, terbangun setiap pagi dengan harapan bisa melihat putranya lagi, tetapi justru harus menelan racun yang diminumnya perlah
Baca selengkapnya