Bab 107-Di pondok kecil yang berada di dekat air terjun, Arya memeluk Nirmala dari belakang. Ditemani api unggun yang sengaja dibuat untuk menghangatkan tubuh mereka yang sudah berganti pakaian. Hari sudah beranjak sore, tetapi mereka masih betah di tempat itu.Suara deru air terjun, sinar matahari yang tidak begitu terik, dan pepohonan yang menjulang di sekeliling air terjun membuat siapa pun ingin berlama-lama menikmati pemandangan itu. “Apa kamu merasa senang berada di sini?” Arya berbisik di telinga Nirmala. Lelaki itu mengeratkan pelukannya, seakan tak ingin sang istri menjauh meski hanya satu inci.Nirmala menyandarkan kepalanya di bahu Arya dan berkata, “Iya. Aku sangat senang. Bukan hanya karena tempatnya. Tapi juga karena bisa berdua denganmu,” ucapnya sambil tersenyum.“Apa kamu sedang merayuku?” tanya Arya, “Ucapanmu sangat manis seperti madu.”Mendengar itu, Nirmala tertawa. “Aku sedang tidak merayu, Pangeran. Itu adalah kenyataan yang kurasakan. Mungkin … jika suatu ha
Baca selengkapnya