Yudhistira mengecup kening Nirmala lama dan dalam. Seolah-olah sedang menyalurkan seluruh kekuatannya untuk meyakinkan Nirmala bahwa semuanya akan baik-baik saja.Perempuan itu memejamkan mata, membiarkan kehangatan itu mengikis rasa dingin yang selama ini mendekam di hatinya. Untuk sesaat, ia merasa benar-benar diinginkan tanpa harus merasa tertekan.Yudhistira menjauhkan wajahnya perlahan, lalu menatap Nirmala dengan binar mata yang penuh harapan. “Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan, Nirmala. Aku berjanji, mulai hari ini, aku akan berusaha membuatmu bahagia.Nirmala hanya bisa tersenyum tipis, meski jauh di lubuk hatinya masih ada ganjalan yang belum sepenuhnya sirna. Melihat kesungguhan di mata Yudhistira, ia merasa tidak adil jika terus menutup diri. Setidaknya, ia harus mencoba demi masa depan bayi yang dikandungnya.“Aku juga akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu, Jenderal,” sahut Nirmala pelan.“Setelah pulang dari istana, aku akan mempersiapkan pernikahan k
Baca selengkapnya