Tili menatap pantulan dirinya di cermin besar kamar rias. Robella baru saja selesai merapikan tatanan rambutnya yang sengaja dibuat sedikit lebih longgar, kepalanya masih agak nyeri. Wajahnya yang pucat tidak perlu ditutupi bedak, Tili juga melarang saat Robella akan memerahkan bibirnya. Pucat itu adalah aset terbaiknya saat ini."Duchess, apakah Anda yakin ingin keluar sekarang? Anda masih sangat lemah," bisik Robella dengan mata berkaca-kaca. Ia masih mengira majikannya sedang menanggung beban batin yang luar biasa."Harus, Robella. King Gareth menungguku," jawab Tili dengan suara serak yang tidak dibuat-buat. Harry mengabarkan kalau King Gareth ingin bertemu dengannya dan Theo tadi.“Saya bantu.” Robella meraih tangan Tili, dan membantunya melangkah.Saat keluar dari kamar, keadaan kastil sangat sunyi. Tidak ada pelayan yang terlihat, tapi Tili tahu ada banyak yang mengamati dari balik tirai ataupun tiang.“Duchess.” Ragnar mendekat, dan mengulurkan tangan juga, membantu Tili berj
Last Updated : 2026-03-17 Read more