Tangan Tili sempat terangkat di belakang punggung Theo—namun sedetik kemudian tangan itu turun begitu saja. Ia tidak ingin terlihat memaafkan dengan mudah. Pelukan itu tidak terduga, tapi Tili bisa menyesuaikan dengan cepat.Theo melepaskan pelukannya—menyadari punggungnya tetap dingin, lalu menatap wajah Tili yang pucat. "Tili?"Tili memberikan senyum samar—senyum yang terlihat sangat hampa. "Selamat datang kembali, Duke. Silakan masuk, Anda…”“Duke? Kau memanggilku Duke?” Theo meraih dagu Tili, memaksanya bersirobok dengan matanya yang melebar. Tili seperti menyambut tamu, bukan suami. “Tili…”“Ah.. maaf. Aku pasti melamun.” Tili mengangguk. “Maksudku… Selamat datang, Theo.”Tili sedikit menghangatkan suaranya. “Harry sudah menyiapkan air hangat dan makanan. Pelayan akan membantumu membersihkan diri."Theo menyipitkan mata. "Tili, kau—""Masuklah dulu, Theo," Tili memotong dengan lembut namun tegas. Theo melirik sekitar, banyak mata menatap. Bukan tempat yang tepat untuk bicara. Ia
Last Updated : 2026-03-09 Read more