“Aku memang menelepon Arga pagi ini,” aku Cantika, menangkap ketidakpercayaan di wajah Belinda. Sekilas, terlihat ada kepuasan di matanya, tapi ia cepat menyembunyikannya di balik senyum. Ia lalu menoleh ke arah Arga. “Arga, kamu bisa membenarkan itu, kan? Kamu ingat panggilan kita tadi pagi?”“Iya,” jawab Arga, alisnya berkerut.Pagi itu, Cantika mendadak meneleponnya dan mengatakan bahwa ibunya sedang sakit. Cantika mengaku ingin menemani Elvina beberapa waktu dan meminta Arga mengatur kendaraan untuknya.Saat itu, Arga tengah rapat penting dengan para pimpinan senior perusahaan. Ia sempat berniat menutup telepon dan akan menelepon kembali setelah rapat selesai, tapi Cantika bersikeras berbicara saat itu juga sampai hampir mengacaukan jalannya rapat.
Read more