“Lepasin aku!” Suara Manda yang penuh amarah langsung menyadarkan Belinda dari lamunannya. Saat kembali fokus, ia melihat para pengawal mulai bertindak kasar kepada dirinya dan Manda. Bahkan, alasan mereka belum menyentuh Belinda adalah karena Manda berdiri di depannya, melindunginya dengan tubuhnya sendiri.Pemandangan itu membuat hati Belinda terenyuh. Dengan lembut, ia meletakkan tangan di bahu sahabatnya itu. “Manda, nggak apa-apa. Biar aku yang urus.”Manda sempat terdiam kaget.Namun sebelum sempat berkata apa-apa, Belinda menarik napas panjang, lalu menghantam lengan pengawal yang mencengkeram Manda.Pria itu langsung terpental beberapa langkah ke belakang. Saat berhasil menstabilkan diri,
Read more