Rosiana menyilangkan tangan di dada, penuh kesombongan khas sosialita elite Jakarta. “Dengar baik-baik. Istri Arga cuma akan jadi Cantika atau Keisha. Nggak mungkin kamu, Belinda. Sampai kapan pun.”Mendengar nada tinggi Rosiana, Belinda justru mengangkat alis dan merasa lucu.Beberapa tahun lalu, ucapan seperti itu mungkin bisa membuat hatinya hancur. Dulu ia begitu mencintai Arga sampai pria itu memenuhi seluruh hidupnya. Bahkan, demi Arga, ia rela mengorbankan apa saja, termasuk dirinya sendiri.Namun Belinda yang sekarang sudah berbeda. Perasaannya untuk Arga sudah lama mati.“Hei! Kamu dengar aku nggak sih?!” Melihat Belinda tetap membelakangi mereka tanpa niat menoleh, Rosiana makin kesal. Wajahnya memerah karena emosi. “Belinda!&rdquo
Read more