“Tumben kamu nggak chat-an sama Leo,” ujar Mila sambil membawa satu box kentang goreng. Gadis itu naik ke sofa dan duduk di samping Safna yang sedang bersandar.“Nggak tahu, sibuk kali,” jawab Safna terdengar tak acuh.Mila mengangguk tidak membahas Leo lagi.“Kamu nggak punya makanan lain selain ini, Mil?” tanya Safna, tetapi tangannya tetap mengambil kentang tersebut.“Kamu udah lihat isi kulkasku, Safna.”Safna berdecak sebal. “Aku laper. Mau ke restoran mager banget. Capek banget badanku, Mila.”“Jangan kayak orang miskin aja deh. Kamu mau makan tinggal calling aja terus dateng tuh kurir. Duit banyak juga,” cibir Mila.Safna mendengus. “Aku kan tamu, Mil. Kok kamu nggak menjamu dengan baik sih?”“Justru karena tamu, bagaimana kalau kamu isiin kulkasku,” ujar Mila sambil menaik turunkan alisnya.“Anjir. Kamu juga orang kaya, Mil. Kenapa malah mau ngerampok aku?”Safna melemparkan bantal sofa, tetapi sayangnya Mila berhasil menghindar. Ia mendengus saat melihat Mila menjulurkan lida
Last Updated : 2026-02-28 Read more