“Safna, kamu nggak papa, kan? Aku panik banget tahu, nggak?” ujar Fitri saat Edgar telah keluar dari ruangan itu.“Aku nggak papa, Kak. Cuma luka kecil aja.” Safna tersenyum tipis supaya Fitri tidak panik lagi. Sejak masuk ke ruangan itu, Fitri terlihat sangat khawatir. Bahkan, rambut yang tadinya tersusun rapi, sekarang sudah berantakan. Ada sembab sedikit di matanya.“Kakak nangis?” tanya Safna pelan setelah memperhatikan penampilan kakak seniornya.Fitri menepuk kaki Safna membuat gadis itu meringis. Wajah Fitri langsung berubah panik. “Ya ampun, maaf! Maaf, aku lupa kamu lagi luka.”Safna menggeleng sambil tersenyum.“Aku nggak nangis, cuma tadi kena angin pas naik ojol,” ujar Fitri mengelak.Safna menatapnya dengan tatapan tidak percaya.Fitri menghela napas pelan sebelum melanjutkan, suaranya sedikit mengecil. “Tadinya aku mau ikut mobil Pak Edgar, tapi udah ditinggal,” sambungnya lagi dengan pelan.Safna mengerjap. “Hah?”Fitri melipat kedua tangannya di dada, lalu menatap Sa
Read more