Safna berlari kecil saat melihat mobil Edgar sudah terparkir di lobi hotel. Tanpa ragu, ia langsung masuk ke dalam mobil hampir bersamaan dengan Edgar membuat pria itu refleks menoleh. Edgar terkejut, alisnya mengernyit saat menatap Safna duduk manis di sebelahnya. Gadis itu meringis saat melihat ekspresi kakak angkatnya.“Apa-apaan, Safna?” ujarnya pelan menahan emosi. “Sudah aku bilang hari ini kamu masih libur,” ujar Edgar lalu menghela napas kasar.“Aku udah sembuh, Kak,” jawab Safna cepat seolah takut diturunkan dari mobil.“Please, boleh, ya,” sambung Safna memohon dengan pupy eyes dan kedua tangannya bertangkup.Edgar bersandar dengan kasar saat melihat wajah memelas Safna. Ia memejam kan matanya lalu memijat keningnya.“Baiklah, tapi kamu nggak boleh forsir kerja terus. Kemarin kamu sakit gara-gara mengabaikan makan dan terlalu capek,” ujar Edgar pada akhirnya mengalah.Safna tersenyum senang. “Terima kasih, Kak. Tenang aja, aku udah dapet sarapan dari Leo. Tadi dia nitip di
Last Updated : 2026-02-12 Read more