“Ya?” Jane mengernyitkan dahinya melihat ekspresi wajah Edgar dan Safna. “Kalian kenapa? Kok, kayak lihat hantu.”Safna berdehem pelan. “Nggak papa, Kak. Oh ya, ke sini mau ketemu Kak Ega, ya? Kalau gitu aku duluan, ya,” ujar Safna sambil melirik Edgar yang kini sedang menatapnya dalam.“Edgar?” gumam Jane lalu menatap pemilik nama itu. “Oh, nggak. Aku pikir justru kalian lagi nongkrong di sini.”“Kat-”“Iya, kami lagi nongkrong, Jane. Kamu sendirian?” Dengan cepat Edgar memotong ucapan Safna. Ia tidak mau Safna mengucapkan sesuatu yang justru menyakiti gadis itu sendiri.Jane tersenyum tipis lalu mengangguk. Entahlah ia merasa berada dalam situasi yang aneh.“Tadinya ngajak Jayden, tapi dia lagi sibuk katanya. Jadi, ya, seperti yang kalian lihat… aku sendirian,” ujar Jane sambil terkekeh.“Kalau gitu gabung aja, Kak.” Safna merutuki kebodohannya karena mengajak orang yang membuat dirinya sampai di cafe ini. “Kamu apaan, si? Apa nggak nambah kebakaran tuh hati kamu?” bisik Mila tidak
Last Updated : 2026-03-02 Read more