“Sebelum Anda menikah dengan Tuan Duke Kael, semuanya berjalan baik-baik saja. Saya tetap setia kepada beliau. Namun, segalanya berubah sejak Anda datang ke Kediaman Vallas saat itu,” tutur Petrus perlahan.“Kala itu, Anda bersikap arogan, kasar, dan semena-mena terhadap para pelayan. Bahkan kepada suami Anda sendiri. Awalnya saya memilih diam, tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga Tuan saya. Selama Anda tidak menyentuh urusan saya, saya pikir saya akan tetap aman.”Petrus menarik napas panjang, suaranya mulai bergetar.“Hingga suatu hari, Anda memotong gaji para pelayan hanya karena uang jatah Anda, yang diberikan Tuan Duke untuk membeli gaun mewah, telah habis. Saat itu, saya sangat membutuhkan uang … anak saya sedang sakit. Namun Anda tetap memotong gaji saya demi hal yang tidak penting.”Tubuh Valeriana seketika membeku. Ia sama sekali tidak mengetahui hal ini, karena ia bukanlah Valeriana yang asli, sosok antagonis itu.Air mata mulai mengalir di wajah Petrus. Ingatannya kem
Read more