WARNING!! CERITA INI MENGANDUNG ADEGAN DEWASA 18+. BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR HARAP SKIP BAB INI. TERIMA KASIH! *** Kael mengerang pelan. Dengan mudah ia mengangkat tubuh Valeriana, seringan kapas di tangannya, lalu mendudukkannya di tepi meja rias tanpa memutuskan tautan bibir mereka. Salah satu tangannya menyusup ke sela rambut Valeriana, menahan tengkuknya agar ciuman itu semakin dalam, namun tetap berhati-hati agar tidak menyentuh luka di leher istrinya. Lidah mereka saling membelit, bertukar napas, bertukar rasa. Ada jejak mint, manis, dan sesuatu yang lebih dalam, kepemilikan yang tak terucap. "Kau milikku," geram Kael di leher Valeriana. Bibirnya perlahan turun, menciumi rahang, menyusuri leher, hingga berhenti di tulang selangka istrinya. Ia meninggalkan jejak-jejak basah kemerahan di sana. "Hanya milikku," lanjutnya rendah. "Tak seorang pun boleh menyentuhmu. Dan aku akan selalu menemukanmu, di mana pun kau berada." Valeriana mendongakkan kepalanya, memberi akses lebih p
続きを読む