Lucas tidak langsung bergerak cepat. Ia menjauh dari Valeriana dengan langkah biasa, bahkan sedikit malas, seperti pelayan yang baru saja dimarahi dan kehilangan semangat kerja.Namun begitu ia berbelok ke lorong yang lebih sepi, ritmenya berubah. Langkahnya melambat, sementara sorot matanya menajam, penuh perhitungan. Ia berhenti sejenak di persimpangan, pura-pura merapikan sapu yang tergeletak di pinggir ruangan. Padahal, diam-diam ia mengamati situasi di aula utama dari kejauhan.Di sana, kekacauan kecil masih berlangsung.Para pelayan sibuk menyiapkan pesta sebelum dimulai. Beberapa bahkan berlari ke sana kemari demi memastikan semuanya selesai tepat waktu. Di tengah kesibukan itu, Bertha berdiri di pusat keramaian, menunjuk, membentak, dan mengatur semuanya tanpa henti.Lucas menyipitkan mata.Targetnya jelas: Bertha.Kunci itu masih tergantung di pinggang kanan wanita itu, terikat pada kait logam kecil. Letaknya cukup rendah, mudah dijangkau, namun juga mudah terlihat jika disen
Read more